NYPD BLUE: "PEMBUNUHAN OLEH PENYANDANG CACAT MENTAL" (INDOSIAR - SETIAP SABTU Pkl: 22.30 WIB)
RASANYA, kita harus mengacungkan jempol tinggi-tinggi bagi Indosiar. Stasiun teve swasta ini dengan royal memutar sejumlah seri bermutu. ER dan New York Undercover, umpamanya. Pernah pula Indosiar menghibur kita dengan Martin, Living Single, Ellen yang (belakangan itu) menghilang (untuk sementara?).
Mulai minggu terakhir Oktober 1996, tambah lagi persembahan Indosiar: NYPD Blue. Untuk film sekelas Emmy Awards ini (kalah dari ER dalam memperebutkan gelar drama seri terbaik tahun 1996 ini), kita (generasi yang sudah “berumur” di 1996-red) “wajib” menyisihkan waktu (kala itu). Malam Minggu sekalipun – yang pastinya lebih nyaman dihabiskan dengan memirsa tontonan yang lebih ‘easy going’.
Pekan kedua pemutaran NYPD Blue sudah dimeriahkan adegan ranjang yang mendebarkan antara Boby Simone (Jimmy Smits) dan Diane Russel (Kim Delaney). Sebelumnya di musim tayang sebelum 1996 lalu, mereka sudah melakukannya.
Adegan ranjang yang sudah lewat itu, beroleh reaksi positif dari penonton Amerika. Bahkan sudah dianggap klasik. Mungkin sukses itulah yang mendorong tim penulis mengulangnya. Tapi penonton Indonesia tentu mustahil menyaksikan aksi Jimmy Smits dan Kim Delaney, akibat dihadang sensor.
Selain keberaniannya menyorot adegan seks, NYPD Blue terkenal akan kepintarannya memunculkan problem dilematik. Akibatnya, kadang susah bagi penonton untuk berpihak pad asiapa. Minggu pertama November 1996 ini, misanlya, ada kasus pembunuhan sadis yang melibatkan laki-laki cacat mental bernama Frank. Terlepas dari kebenarannya, penonton sudah pasti tak tega. Meskipun korbannya, Woothridge, saudara kandungnya sendiri.
Yang paling yakin kalau Frank bersalah, justru ayah Frank. Sebelum pembunuhan, Frank – menurut sang ayah – mengamuk tanpa kendali. Tapi hasil investigasi Bobby dan Andy tak memberi petunjuk apapun mengenai bukti kejahatan Frank. Sebaliknya, Fran kmalah nampak sangat jujur dan polos. Mungkinkah orang senaif itu tega menghabisi nyawa saudara sekandung? Kalau benar, pastilah dilandasi alasan yang luar biasa hebat.
Lantas, ada kasus kekerasan suami terhadap istri. Yang bertugas mengusut, Morrisey. Bobby dan Diane membantu penyidikan. Calon tersangka yang bernama Squires itu, masih muda dan pintar berkelit. Karenanya dibutuhkan taktik tertentu supaya Squires mengaku.
Di luar masalah-masalah kriminalitas, NYPD juga mengobrolkan masalah pribadi para tokoh. Seperti sudah disebut tadi, Bobby-Diane rujuk setelah sebelumnya ribut. Sedang Lesnaik yang semula jual mahal pada Martinez, mulai membuka diri. Rupanya Lesniak tersentuh melihat Martinez terkulai di ranjang rumah sakit akibat tertembak (ingat episode minggu terakhir Oktober 1996?).
Sedang si gendut Andy tak tahan membocorkan kabar kehamilan istrinya pada teman-teman sekantor. Padahal, Sylvia sudah wanti-wanti untuk tutup mulut. Kelihatannya, NYPD mulai ingin membeber masalah pribadi dengan lebih intens.
Ditulis oleh: Sandra Kartika
Dok. Bintang – No. 297/Th. VI/minggu pertama November 1996, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar