NUR ZAIRINA
KARIER, KULIAH. Berbekal gelar juara II Bahana Suara Pelajar (TPI) se-provinsi NTB dan keyakinan akan merahi sukses di ibukota, Nurzairina yang akrab dipanggil Nunung rela meninggalkan kota kelahirannya, NTB, pada tahun 1994 lalu. 1995, Impian itu hampir menjadi kenyataan. Album perdananya (waktu itu) sedang digarap.
“Ini berkat usaha dan doa,“ ujarnya. Di album yang (waktu itu) akan beredar tahun 1995 ini, namanya berganti menjadi Q-Rey. Singkat dan biar mudah diingat. Ketertarikannya pada dunia tarik suara berawal dari seringnya melihat sang kakak berlatih musik. “Saat itu saya baru menyadari kalau bisa nyanyi,” tutur anak ke-10 dari 11 bersaudara.
Dalam album perdananya yang digarap Bahana Record, Nunung menyanyikan lagu berirama ‘sweet pop’. Padahal ia lebih menyukai irama rock atau ‘slowrock’. “Nggak ada salahnya, khan? Ini buat pengalaman saja. Lagian sebagai penyanyi yang baik, harus bisa menyanyikan semua jenis lagu,” kata gadis (era itu) kelahiran Selong (NTB), 16 Oktober 1976.
Sebelumnya, Nunung menjadi ‘backing vocal’ dalam album Sang Alang. Selain merintis karier sebagai penyanyi, yang menjadi tujuan Nunung ke Jakarta adalah meneruskan kuliah. “Studi tetap nomor satu. Ngapain saya jauh-jauh ke sini kalau nggak kuliah?,” ujar mahasiswi ASMI (era itu) ini. Orangtua pun menyetujui langkah Nunung dengan syarat kuliah harus kelar. (Harapan pihak Bintang waktu itu) semoga berhasil.
Ditulis oleh: Rommy Ramadhan
Dok. Bintang – No. 233/Th. V/minggu kedua Agustus 1995, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar