NADYA HUTAGALUNG
INDONESIA, AUSTRALIA. Di MTV Asia yang bercokol di Singapura,
(waktu itu) akan muncul figur VJ (‘video jackey’) baru (era itu), Nadya
Hutagalung namanya.
Dara (berusia waktu itu) 21 tahun campuran Indonesia (ayah)-Australia (ibu) ini (waktu itu) bakal menghiasi layar-layar kaca MTV di seluruh Asia. Nadya (waktu itu) akan tampil dalam program MTV berbahasa Inggris (’24 Hours English Language Service’) serta MTV di ANteve (Andalas Televisi). “Nadya terpilih setelah mengikuti audisi di Singapura,” ujar Shabnam Melwani, juru bicara MTV (‘Music Television’).
Nadya yang fasih berbahasa Inggris ini, menghabiskan masa kecilnya di Australia, persisnya di Tamworth, New South Wales, dan Bandung. “Saya dulu (jauh sebelum 90an-red) sekolah di Bandung dua tahun. Empat kali saya sempat kemari, dan bekerja di sini selama dua-tiga hari. Lantas kembali ke Australia,” ujarnya.
Lingkungan teater juga sudah diakrabinya sejak kecil. Malahan Nadya sempat mendalami teater di Australia, juga sempat mempelajari tari jazz klasik hingga usia 12 tahun. Bakat seni yang mengalir dalam tubuhnya mempermudah Nadya memasuki dunia model. Selama hampir 10 tahun, wajah Nadya sering menghiasi sampul berbagai majalah di Singapura, Indonesia, Jepang, dan Thailand.
Tapi tak berarti Nadya tak merasakan sentakan saat dia diterima bekerja di MTV Asia. “Awalnya, saya tak begitu yakin. Tapi, ketika saya dipanggil, saya merasa kaget juga!,” ujarnya. Lalu apalagi keinginan Nadya yang lain?
“Saya ingin lebih mengenal Indonesia. Bagaimanapun ini Indonesiaku, ‘my country’. Tapi sekarang (1995-red) belum ada waktu jalan-jalan,” ujarnya (waktu itu) seraya melepas senyum. Ada pesan untuk teman-teman di tanah air? “Aduh, gimana ya? ‘Make sure U watch MTV. Do the most important thing to your lifestyle, keep your health and support me. Happy anniversary, Indonesia’,” ujar Nadya (waktu itu). Merdeka!
Ditulis oleh: Lukmanoelhakim
Dok. Bintang – No. 233/Th. V/minggu kedua Agustus 1995, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar