MORE WILD, WILD WEST: "LENYAPKAN MANUSIA, MUSNAHKAN DUNIA" (FILM CERITA, TVRI PROGRAMA 1 - SENIN, 20 JULI 1992 Pkl: 22.30 WIB)

 Laura Bentells (diperankan Loretta Swit), menonjol di tengah dominasi kaum laki-laki

BETAPA sohornya film seri The Wild Wild West (di Indonesia diputar RCTI/SCTV-red). Kisah petualangan agen rahasia James T. West (Robert Conrad) dan Artemus Gordon (Ross Martin) di kancah koboi tempo dulu, bukan cuma mengguratkan kesan mendalam. Pengertian tentang belum beradabnya hidup dan kehidupan para pioner Amerika pun biasa diwakili kata-kata ‘The Wild Wild West’ sampai bacaan ini dimuat Citra (1992-red).

Ada saatnya, blantika film AS dimeriahkan oleh pemfilman seri televisi. Wild pun “terkena” wabah yang sama, sebagaimana dialami Star Trek, The Man From U.N.C.L.E, Zorro (ketiganya di Indonesia pernah diputar TVRI-red), dan banyak lagi lainnya, termasuk Batman (di Indonesia diputar RCTI/SCTV-red) nan mahasukses itu.

The Wild Wild West Revisited memasuki pasar di tahun 1979. Apa boleh buat, meski dikemas amat serius oleh sutradara andal Burt Kennedy – yang membuat The Alamo: 13 Days To Glory (1987), All The Kind Strangers (1974), The Train Robbers (1973), dan lainnya film ini tak mampu menandingi seri TV-nya. Setahun berikutnya, Kennedy kembali membikin film petualangan duet legendaris itu. Judulnya More Wild Wild West yang (waktu itu) akan kita saksikan ini.

MORE diawali dengan keberhasilan agen rahasia Robert “Skinny” Malone (Harry Morgan) membujuk West dan Gordon untuk “turun ke rimba siponase” setelah lama pensiun. Masalahnya, pemerintah AS – bahkan dunia – tengah menghadapi ancaman ilmuwan megaloman. Profesor Albert Peradine II (Jonathan Wintes), memaksakan kehendak untuk mengausai jagat raya, setelah berhasil menciptakan alat yang mampu membuat manusia menghilang.

Peradine II memasrahkan tubuhnya sebagai percobaan dan berhasil. Maka langkah berikut adalah menciptakan malapetaka. Seperti kiamatlah kira-kira. “Bagi saya, memantikkan api perang antara Inggris dan Amerika segampang membalikkan tangan,” ia berkoar. Nanti, ketika dunia “kiamat sementara” ia akan hilang. Lantas, kehidupan baru yang akan mucnul, sepenuhnya di bawah kontrolnya.

Masalahnya, Peradine sulit ditangkap. Mereka memang sering bertemu, namun setiap kali sang profesor hilang sekehendak hati. Bahkan belakangan, kedua agen andalan dilumpuhkan dan ditawan. Semetnara di luar, tokoh-tokoh dunia tengah berkumpul di Washington DC untuk membicarakan berbagai masalah yang tak kalah pelik. Pendaratan 3.000 tentara Jerman ke Kuba misalnya, adalah pertanda konflik antar bangsa mulai memprihatinkan.

More memang fiksi futuristik masa itu. Cerita yang mengundang minat untuk terus mengikutinya. Namun, apa boleh buat, produksi CBS Broadcast International, yang mengudara pertama pada 14 November 1982, ini justru terjebak ke gaya-gaya komedi. Artinya, jalinan ketegangan dan bumbu-bumbu seru agak terlewatkan.

Yang paling bisa diberi catatan tak lain ya munculnya kembali duet legendaris The Wild Wild West itu. Selebihnya bisalah disebut produsernya yang pernah memenangkan anugerha Emmy lewat seri The Waltons (di Indonesia diputar RCTI-red).

Bagi penggemar wajah ayu, (waktu itu) bisalah melihat penampilan Emma Samms, pemeran Fallon Carrington (menggantikan Pamela Sue Martin), istri Jeff Colby dalam The Colbys, sempalan lanjutan Dynasty (di Indonesia diputar TVRI-red), yang (belakangan itu) memerankan Mirabelle.

Ditulis oleh: Slamet Riyadi

Produser: Robert L. Jack

Produser eksekutif: Jay Bernstein, CBS Entertainment, 1980

Sutradara: Burt Kennedy

Skenario: Bill Bowers dan Tony Kayden, berdasarkan cerita karya Bowers

Penata kamera: Chuck Arnold

Penata musik: Jeffry L. Goldstein

Masa putar: 94 menit

Batas usia: 13 tahun ke atas

Dok. Citra – No. 120/III/15-21 Juli 1992, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer