MENUNGGU KEJUTAN DI PERANCIS TERBUKA (SIARAN LANGSUNG TENIS, RCTI/SCTV - MINGGU, 7 JUNI 1992 Pk: 20.00 WIB)
BERUNTUNG penggemar tenis (waktu itu) bisa menyaksikan salah
satu rangkaian ‘grand slam’ Perancis Terbuka. Sebenarnya, Tunggal putri
berlangsung Sabtu malam. Tapi berhubung berbarengan dengan ‘prime time’ dan
RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia)/SCTV (Surya Citra Televisi Indonesia)
lebih ondong ke film, maka tunggal putri ditunda ke hari Minggu, 12.00 WIB. Sedangkan
tunggal putra ditayangkan ‘live’, 20.00 WIB.
Terlepas dari itu, turnamen Perancis Terbuka tentunya amat menarik diamati. Dari tahun ke tahun, rasanya makin berkibar dan penuh kejutan. Tak mudah mermaalkan siapa yang (waktu itu) bakal menjuarainya. Pemain-pemain favorit dan unggulan, tiba-tiba terjegal.
Persiapan tak matang, nama (waktu itu) akan dipermalukan di lapangan Roland Garros. Ya, lapangan yang megah ini merupakan tempat pembantaian pemain-pemain kelas dunia seperti Ivan Lendl, Boris Becker, Stefan Edberg, Andre Agassi, Steffi Graff, atau Martina Navratilova. Siapa korban tahun 1992 ini? Sudah cukup banyak (sampai saat itu). Padahal pertandingan (waktu itu) baru menginjak babak ketiga.
Kejutan terbesar adalah terjungkalnya juara tiga kali Perancis Terbuka, ivan Lendl oleh pemain muda Brazil (era itu), Jaime Oncins, dalam lima set. Di saat yang sama, ungulan ke-6 putri Mary Joe Fernandez, dan unggulan ke-8, Manuela Malleva, juga bertekuk lutut atas petenis Jerman, Sabine Hack dan petenis Belanda, Manon Bollegraf.
SEBELUMNYA, telah gugur pula petenis gaek (era itu), Jimmy Connors dan John McEnroe di babak awal. Memang berat menjadi yang terbaik di Roland Garros. Persaingan semakin tajam. Kesenjangan antara pemain muda-tua (era itu), atau yang berpengalaman atau tidak, rasanya makin tipis.
Coba saja, siapa mengira kalau Monica Seles mampu menjuarai Perancis Terbuka dan mengalahkan keperkasaan Steffi Graff? Padahal, umurnya (waktu itu) baru 16 tahun 6 bulan dan tercatat sebagai paling muda yang menjuarainya (hingga saat itu). Atau Michael Chang, yang (ketika itu) muda dan postur tubuhnya jauh dari ideal, ternyata mampu “menenggelamkan” Ivan Lendl, Boris Becker, atau Boris Agassi.
Lantas, siapa yang (waktu itu) akan menggondol juara tahun 1992 ini? Yang (kala itu) masih favorit adalah Stefan Edberg, Andre Agassi, atau Jim Courri di tunggal putra. Sedangkan untuk putrinya Monica Seles, Gabriella Sabatini, Steffi Graff, atau Jennifer Capriatti.
Mereka punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi yang paling stabil saat itu Jim Courier dan Stefan Edberg (putra) serta Monica Seles dan Gabriella Sabatini (putri). (Pertanyaan saat itu) apakah mereka akan bertarung di final nantinya? Kita (waktu itu) saksikan saja di layar kaca RCTI/SCTV.
Ditulis oleh: Al Idi Pranoto
Dok. Citra – No. 114/III/3-9 Juni 1992, dengan sedikit perubahan




Komentar
Posting Komentar