MEDLEY - SLAMET RAHARDJO: "OGAH GANTI NAMA"
KETUA umum KFT (Karyawan Film dan Televisi) yang – waktu itu
– baru saja terpilih, Slamet Rahardjo Djarot, tiba-tiba muncul di tengah-tengah
selamatan produksi sinetron Legenda Sawungkampret (kemudian tayang di
SCTV-red), di kediaman mantan menteri penerangan H. Budiardjo, Jumat malam, 7
April 1995 lalu. Langsung saja ia didaulat Budiati Abiyoga (produser) dan
“bapak Sawung,” Dwi Koen, untuk ikut menyampaikan sepatah kata dalam selamatan
itu.
Karena acaranya selamatan, maka Memet, panggilan akrab Slamet Rahardjo, pun bertutur tentang (kes)selamat(an). Dulu (jauh sebelum 90an-red), waktu baru pertama kali main film, aku Memet, “Saya diminta untuk ganti nama, karena katanya nama Slamet Rahardjo itu lebih pas untuk nama lurah daripada nama bintang film.”
Tapi, aku Memet lagi, ia langsung menolak. Tak sekadar menolak, Memet juga mengajukan alasannya. “Menurut eyang saya,’ ujar Memet. “Nama saya itu punya arti yang dalam. Artinya, jangan cari selamat hanya untuk mendapatkan keraharjaan (Sejahtera lahir-batin, red).” Karena alasan yang bermakna filosofis tinggi itulah, maka nama Slamet Rahardjo hingga bacaan ini dimuat Citra (1995-red) terus bertahan.
Ditulis oleh: Maman Suherman
Dok. Citra – No. 265/VI/24-30 April 1995, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar