MEDLEY - IDA LEMAN: "MENOLAK PULUHAN JUTA"
KETIKA serial Losmen dialnda “keributan” di tahun 1988, istri almarhum Irwinsyah (sutradara sinetron TVRI dan kepala bagian drama TVRI-red) ini menunaikan ibadah haji. Pulangnya, ia kenakan jilbab yang tak bertahan lama. Namun, saat melepaskan busana muslimahnya itu, “Batin saya berontak! Kok jadi gini?,” aku Ida Leman. Lewat sejumlah proses perenungan dan tanya sana sini, Ida kembali memutuskan menggunakan busana muslimah.
Cibiran (waktu itu) baru muncul. “Saya dituding, mentang-mentang nama saya sama dengan Ida Royani, lalu saya ikut-ikutan berbusana muslim,” tutur anggota Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia ini menirukan cibiran itu. “Saya jawab, kalau memang itu baik, kenapa tidak?,” lanjutnya.
Namun, kekhawatiran tak lagi mendapat tawaran berakting – sebagai sarana mencari (tambahan) nafkah – menyerobot masuk ke benak Ida. Apalagi kemudian sang suami meninggal dan ia harus menjadi orangtua tunggal bagi anak-anaknya.
“Saya ditawari untuk menjadi bintang iklan penyedap masakan dengan imbalan puluhan juta rupiah. Bagi seorang janda, itu jumlah yang sangat besar. Tapi syaratnya, saya harus membuka jilbab. Bahkan kata mereka, minta berapa saja dikasih asal mau buka jilbab dan diganti dengan busana mbak Pur (sosok yang diperankannya dalam Losmen – diputar TVRI-red),” papar Ida mengenang saat itu.
Ida pun bermunajat, memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa. Tak lama kemudian ia ambil keputusan. “Menolak tawaran itu!” Kalau kemudian, Ida tetap bisa menghidupi anak-anaknya dan juga tetap sukses berkarier hingga saat itu (1995-red), “Itu karena saya percaya rejeki itu tak cuma datang dari iklan bumbu masak. Dan yang pasti Tuhan Maha Penyayang kepada umatNya. Dengan berbusana muslimah, rejeki saya tetap mengalir,” akunya dengan penuh rasa syukur. Alhamdulillah.
Ditulis oleh: Maman Suherman
Dok. Citra – No. 252/V/23-29 Januari 1995, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar