MEDLEY - HARRY DE FRETES: "BUKA WARUNG"
SEPERTI tak mau “ketinggalan kereta” dengan artis lain, Boim alias Harry de Fretes juga (waktu itu) bikin warung. Kalau si Doel, Rano Karno membaptis nama warungnya Doel Café, Harry menamai warungnya Boim Comedy Café atawa warung Komedi Boim (WKB). “Ini merupakan warung komedi pertama di Indonesia, ‘the first comedy café di Indonesia’,” terang Harry sambil tertawa lebar.
Maksudnya? “ya, siapapun boleh berkunjung ke warung ini, bisa menikmati menu khas Betawi sepuasnya, sambil nonton pentas komedi sepuas-puasnya pula,” ujarnya seraya menekankan, “Dengan menonton komedi di lokasi ini, pengunjung dapat “menemukan” dan menyaksikan komedi yang tidak ditayangkan TV atau panggung hiburan umum.”
Pertanyaan berikut, penting mana: sajian makanannya atau humornya? “Ya.. yang penting makan dulu, baru ketawa. Dan yang lebih penting lagi, di balik humor, ada sesuatu yang serius. Humor tak menyampaikan lelucon aja, tapi mengandung kritik, kecaman, keprihatinan, dan lain-lain,” tangkis Boim dengan kocak namun serius.
WKB itu sendiri “nongkrong” di sebuah plaza di bilangan Bintaro Raya, Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Sebagai warung khas komedi, nama menu-menunya juga sangat kocak. Antara lain soto Betawi “Halte Bis Rumpi”, nasi uduk “SMA 2000”, bakmi goreng “Guruku Rumpi Sekali”, kaki ayam “Tetangga” dan masih banyak lagi.
Sementara minumannya ada “Bir Pletok”, “Boim Temple”, “Bajigur”, serta minuman konvensional lainnya. Rupanya nama menu-menu itu hasil comotan dari acara Hari Harry Mau yang dimotori bang Boim dan ditayangkan ANteve (Andalas Televisi).
Kekhasan dan keunikan WKB yang lain lagi, para pasukan pelayannya terdiri dari personil berbadan gemuk, namun tak kebanetan gembrot, kocak, selalu tertawa sebagai petunjuk akan keramahannya. “Pasukan” itu dinamai “Bopal” alias Boim palsu, karena semuanya hampir mirip-mirip Boim. “Kami pasang iklan dicari orang gemuk. Lalu ratusan orang gemuk daftar, kami seleksi ‘training’ dan inilah hasilnya,” terang Sinta, humas WKB.
Selain itu, dipamerkan juga 50 foto humoris Indonesia dengan aksi kocaknya. “Ini juga dikaitkan dengan 50 th Indonesia Emas, maka jumlah fotonya 50 buah,” jelas Boim.
Ditulis oleh: Agustinus Winardhi
Dok. Citra – No. 280/VI/7-13 Agustus 1995, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar