MEDLEY - DIAH PERMATASARI: "HANTU DAN CINCIN PERTUNANGAN"
DIAH PERMATASARI, fotomodel, bintang film layar lebar,
bintang sinetron – yang ngetop lewat perannya sebagai hantu cantik yang suka
kelayapan di jembatan Ancol ini (waktu itu) bakal kuliah di Institut Kesenian
Jenaka. Itu bisa ditemui dalam perannya di sinetron anyarnya (kala itu), Malin
Kundang, di mana Diah jadi Puti Reno – mahasiswi Institut Kesenian Jenaka yang
bikin riset tentang Malin Kundang untuk ujian akhirnya, di jurusan seni
multimedia.
Sinetron Malin Kundang ini berbeda dengan yang pernah dilibatinya seperti Sartika (TVRI), Gara-Gara, Ada-Ada Saja (keduanya di RCTI-red), atau film layar lebar seperti Lupus IV atau Salah Pencet yang berjenis komedi. Kenapa main di sinetron rada serius?
“Saya pemain film! Sebagai pemain film, saya tak pilih-pilih peran! Juga saya ingin menghilangkan imej masyarakat bahwa saya ini hantu!,” jelas Diah Permatasari yang pernah menggondol juara ‘covergirl’ majalah Gadis 1987, pemilihan Putri Ayu 1988, dan pemilihan wajah Femina 1989.
Selain itu, “Saya akan buktikan bahwa saya bisa main serius,” tutur Diah Permatasari, kelahiran Solo, Jawa Tengah, 25 Januari 1971. ‘Wong’ Solo yang (sampai saat itu) masih tetap ayu ini, datang sendirian ketika menghadiri ‘launching’ Malin Kundang. Tak ada yamg menyertai, tak ada pengawal.
Namun di jari manisnya (waktu itu) telah melingkar cincin emas. Kapan menikahnya? Diah Permatasari (saat itu) hanya tersenyum dan menjawab singkat. “Belum!” Tapi ia akui, itu adalah cincin pertunangannya dengan seorang perjaka (era itu) yang (waktu itu) sedang menuntut ilmu di negeri paman Sam sana.
Ditulis oleh: Al Idi Pranoto
Dok. Citra – No. 262/V/3-9 April 1995, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar