MAT BEKEN: "BUJANG LAPUK YANG CINTANYA TERPURUK" (TPI - SETIAP JUMAT Pkl: 10.30 WIB)
BUNGA, BLINGSATAN. Cinta memang buta. Itulah yang dialami
Mamat (H. Benyamin S). Cinta perjaka alot ini agaknya hanya diperuntukkan baut
Fatime (Hj. Ida Royani) seorang. Meski mengetahui Fatime sudah bersuami,
cintanya tetap bersemi. Tapi cinta Fatime terhadap Mamat yang memang bekas pacarnya
itu, tak menghalangi kesetiaannya pada sang suami. “Cinta tak selamanya mesti
bersatu,” begitu kilahnya.
Walaupun mengharapkan cinta Fatime, Mamat tahu diri juga. Dia tak hendak mengganggu rumah tangga wanita itu. Ia bahkan akrab dengan Sidiq, putra Fatime. Bagaimanapun, Mamat berusaha memahami keadaan Fatime yang bersuamikan Manap, yang pengangguran dan ringan tangan. Manap bukan tak tahu hubungan cinta platonis antara Fatime dan Mamat. Manap yang suka judi dan main perempuan itu, malah kerap memanfaatkan hubungan emosional istrinya dengan Mamat.
Nyak Nuri, ibu si Mamat (Nani Wijaya) yang amat cerewet dan dominan, sudah tentu menentang keras cinta anaknya. H. Ung (Dady Jaya), ayahnya, yang kalah suara tak bisa membela. Begitu pula adik-adiknya, cuma usil “ngomporin” setiap permasalahan yang dihadapi si Mamat. Tinggallah si Mamat yang tukang bunga hias ini, merana sendirian.
Satu-satunya yang setia mendengarkan uneg-unegnya hanyalah si Beken, kambing kesayangannya. Kebiasaan ini sempat membuat emaknya blingsatan mengira putranya tidak waras. Padahal, sebagai putra satu-satunya, Mamat cukup dibekali agar kelak bisa hidup berkeluarga dengan bahagia. Dengan bekal ijazah SLTA dan kepandaiannya berdagang kembang yang cukup lumayan, mestinya dia mampu mengukir masa depan cerah.
PESIMIS, PULANG. Dalam Mat Beken yang berdurasi 60 menit ini, Benyamin tak hanya memegang peran utama, tapi juga menulis cerita dan menyutradarainya, dibantu bang Manthous. Musik pengiring didukung Gambang Kromong Benyamin Tempo Doeloe. Keistimewaan sinetron komedi yang satu ini adalah munculnya Hj. Ida Royani yang berperan sebagai Fatime. Pasangan duet nyanyi H. Benyamin S ini, kehadirannya memang cukup dinanti-nanti.
Jumat, 31 Maret 1995 (yang saat itu akan) datang, kisah Mat Beken mengambil judul Bursa Cinta. Suatu hari datang tiga orang teman Halimah, adik Mamat, yakni Titin, Menik, dan Ice. Halimah pun mengundang Mamat ikut berkumpul. Tak dinyana, tanggapan si Mamat kali ini amat positif. Dia pun berdandan rapi. Sudah tentu nyak Nuri merasa amat bahagia. Setelah mereka pulang, tinggallah keluarga Mamat yang kebingungan.
Saat Mamat menyatakan suka gadis yang sabar, mereka merasa Titinlah yang paling cocok. Tapi ia juga suka Ice karena orangnya rame dan periang. Si Mamat pun bilang, bahwa ia mendambakan gadis yang keibuan. Nah, yang satu ini pastilah cocok dengan figur Menik. Selain menceritakan kebingungan keluarga Mamat, episode ini juga menydoorkan derita yang dialami Fatime akibat ulah suaminya.
Ditulis oleh: Debbie Ch. Kirana
Dok. Bintang – No. 214/Th. V/minggu kelima Maret 1995, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar