LOMBA PENULISAN PUISI KEMERDEKAAN. HADIAHNYA GEDE, LHO
RAPI, NARASI. ANteve (Andalas Televisi) menggelar Lomba Nasional ANteve Penulisan Puisi Kemerdekaan. Lomba yang terbuka bagi segenap warga negara Indonesia ini, diselenggarakan dalam rangka ikut memeriahkan perayaan HUT ke-50 kemerdekaan RI.
Judul puisi bebas, asal sesuai dengan tema Mewujudkan Rasa Syukur atas Kemerdekaan dengan Mengukuhkan akar Kerakyatan Republik Kita. Peserta dibagi dalam beberapa kategori. Kategori pelajar (maksimal kelas 3 SLTA), kategori umum (segenap masyarakat yang bukan pelajar dan bukan penyair), dan kategori penyair (yang karyanya pernah diterbitkan sebagai buku).
Penulisan harus dalam bentuk puisi narasi (puisi yang bercerita), mempergunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, karya harus asli (bukan saduran atau terjemahan), dan belum pernah dipublikasikan. Setiap peserta hanya boleh mengirim satu puisi dengan panjang maksimal 60 baris, atau dua helai kuarto (ketikan 1,5 spasi atau tulisan tangan yang rapi dengan huruf cetak). ANteve berhak sepenuhnya menayangkan dan membukukan puisi yang masuk nominasi.
Sebelum memutuskan 9 pemenang, dewan juri (waktu itu) akan memilih 24 puisi yang dinyatakan masuk nominasi (delapan puisi untuk setipa kategori). Ke-24 puisi nominasi (waktu itu) akan dimasyarakatkan dengan menayangkannya di ANteve pada bulan Juli 1995.
Selain pemenang yang ditetapkan juri, (waktu itu) akan ditetapkan pula 1 (satu) puisi favorit pilihan pemirsa ANteve. Di antara para pemirsa yang memilih puisi favorit (waktu itu) akan diundi 17 (tujuh belas) pemenang yang (ketika itu) akan memperoleh hadiah.
Ke-24 puisi nominasi (tanpa menyebutkan penulisnya), waktu itu – akan diumumkan pada tanggal 3 s/d 27 Juli 1995, melalui ANteve. Sedangkan pemenang untuk seluruh kategori (waktu itu) akan diumumkan pada 18 Agustus 1995. Hadiahnya cukup menggiurkan.
Untuk kategori pelajar, bagi pemenang I s/d III berturut-turut Rp 3.000.000,-, Rp 2.500.000,- dan Rp 2.000.000. Kategori umum Rp 5.500.000,-, Rp 4.500.000,- dan Rp 3.000.000,-. Kategori penyair Rp 7.500.000,-, Rp 6.500.000,- dan Rp 5.500.000,-. Pemenang puisi favorit disediakan hadiah Rp 1.500.000,-.
Sedangkan bagi 17 pemirsa ANteve yang memenangkan undian pemilihan puisi favorit, disediakan hadiah masing-masing Rp 500.000,-. Jadi total hadiah Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah). Puisi narasi itu apa? Pembagian kategori pun dipertanyakan.
Sayang, pejabat ANteve yang mengaku awam terhadap bidang puisi, sehingga jawaban-jawaban mereka tidak memuaskan. Ketika didesak siapa anggota dewan juri yang disebut-sebut terdiri dari para “penyair berkualitas” itu, pihak ANteve sempat bingung.
Bila tertarik, (waktu itu) kirimkan saja puisi Anda (disertai fotokopi identitas) dalam amplop tertutup, selambat-lambatnya 31 Mei 1995 (stempel pos), dialamatkan pada: Panitia Lomba Nasional ANteve, Penulisan Puisi Kemerdekaan, P.O. Box 6064, Jakarta 10310.
Ditulis oleh: Heri Sugiyanto
Dok. Bintang – No. 214/Th. V/minggu kelima Maret 1995, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar