LENNY MARLINA

 

KANGEN, KASIH. Mulai akhir Juli 1993 ini, Lenny Marlina (waktu itu) akan aktif dalam pembuatan sinetron Berdoalah Mama, yang rencananya (waktu itu) akan ditayangkan RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia). Ini sinetron ketiga yang dilibati Lenny. Sinetron pertama, Pahlawan Tak Dikenal, (saat itu) sudah ditayangkan di TPI (Televisi Pendidikan Indonesia). Yang kedua, Kerah Putih, sampai saat itu (Juli 1993-red) masih ‘ngendon’ di TPI.

“Kali ini, saya main sinetron hanya untuk mengucakan terima kasih kepada dunia film yang telah membesarkan nama saya. Karena dunia film lagi sepi, saya menumpahkan kekangenan saya melalui sinetron ini.

Saya tertarik main dalam Berdoalah mama karena dalam sinetron ini ada satu misi agama yang patut disampaikan pada generasi sekarang (1993-red), yang kayaknya sangat demonstratif,” ungkap Lenny saat peresmian PT Visi Citra Ayu Lestari, rumah produksi yang melahirkan sinetron dengan 6 episode ini.

Lenny Marlina seperti berharap, bahwa peran yang ia mainkan dalam sinetron ini bisa menjadi cermin bagi dirinya sendiri. “Siapa tahu bisa menjadi secirat air yang bisa menyirami kegersangan jiwa,” ujar Lenny. Sinetron ini didukung juga oleh Bombom Gumbira, Eni Sundari, Euis Sulaiman, Purwaniatun, dan lain-lain, dengan B.C. Bolie sebagai sutradaranya.

“Soal nama PT Visi Citra Ayu Lestari itu tidak ada sangkut pautnya dengan bintang film Ayu Lestari. Kebetulan anak saya ada yang bernama Ayu dan saya ingin mengabadikannya,” jelas Hajjah Yani Wage Sulistyowati, produser sinetron seri ini. Menurut Yani, biaya produksi bisa mencapai 200 juta rupiah. Tapi, “Jangan bicara soal honor, soalnya kita semua tahu bahwa dunia sinetron itu memang begitu adanya,” potong Lenny, sebelum ditanya soal honor yang didapat dari Berdoalah Mama ini.

Ditulis oleh: Asep Sambodja

Dok. Bintang – No. 127/Th. III/minggu keempat Juli 1993, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer