LAYANAN 24 JAM INDOVISION DENGAN SATELIT INDOSTAR
PENGUSAHA yang menjadi salah satu motor kelompok Bimantara ini,
dalam waktu dekat (setelah bacaan ini dimuat Bintang), waktu itu – bakal
merelaisasikan impiannya, sekaligus membuktikan janjinya untuk mempersatukan
satelit siar dalam negeri. Kemajuan teknologi telah membawa Peter bertemu
dengan satelit yang bernama Indostar sebagai bagian dari ‘mass new industry’, ‘programmes
that build Indonesian unity’. Demikian motto satelit seharga US$ 70 juta itu.
“Kalau Palapa, satu ‘channel’ perlu satu transponder. Indostar dengan sistem digital, satu transponder bisa melakukan kompresi satu bidang delapan. Jadi satu transponder bisa untuk delapan ‘channel’ TV,” papar salah satu pembayar pajak nasional yang peringkatnya (waktu itu) baru saja bergeser dari posisi ke-40-an menjadi ke-60-an ini. Dengan dmeikian, menruut Peter, cukup digunakan 5 transponder untuk menyiarkan 40 ‘channel’.
Keseriusan Peter telah teruji sejak lebih kurang enam tahun sebelum bacaan ini diturunkan Bintang (1991-red). “Tujuan kita adalah mempunyai 40 ‘channel’ digital televisi, dengan menggunakan satelit Indostar yang akan kita luncurkan pada 31 Juli 1997,” umbarnya (waktu itu).
Dengan kata lain, “Indovision akan menjadi perusahaan pertama di Asia yang menawarkan beragam pilihan saluran-saluran hiburan bagi pemirsa televisi berlangganan,” lanjut Peter. “Mempertahankan dan meningkatkan posisi Indovision sebagai satu-satunya perusahaan televisi berlangganan di Indonesia adalah tujuan utama kelompok usaha kami,” kata David Dennis, pimpinan eksekutif Indovision.
Memang tak terlalu mudah membayangkan sebuah satelit memiliki kemampuan seperti yang (wkatu itu) bakal dibuktikan Indostar. Satelit Indovision itu juga ditujukan untuk layanan penyiaran langsung (‘direct broadcasting service’). ‘Digital service’, menjadi jaminan bahwa kualitas gambar dan suara (waktu itu) bakal menjadi jauh lebih baik. “Dengan Indostar, tak diperlukan lagi parabola dengan ukuran-ukuran besar. Cukup dengan parabola kecil produksi dalam negeri,” papar Peter.
Menurut Peter, semua ‘channel’ TV yang bertebaran di udara dengan mudah menggabung dalam Indostar. Dan dengan mudah pula parabola kecil akan menangkapnya. “Pemirsa di seluruh Indonesia bisa menerima ‘channel-channel’ itu melalui satu satelit, dengan satu antena,” ujar Peter.
“Jadi, semua TV swasta di tanah air, tidak perlu lagi membangun ‘transmitter-transmitter’ baru,” lanjutnya. Sebagai satu-satunya pemegang izin satelit televisi berlangganan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, Indovision memang amat mungkin melakukan segala bentuk inovasi. Menurut Peter, peluang itu terbuka sejak mereka berhasil mendapatkan restu dari ITU (‘International Telecommunication Union’).
Berkat Indostar, layanan televisi berlangganan yang dimiliki dan dioperasikan PT Matahari Lintas Cakrawala, bisa meluncurkan layanan baru digital 24 jam bagi pemirsa Indonesia.
Perluasan layanan itu (waktu itu) akan menyuguhkan 19 saluran yang teridri dari saluran film, olahraga, berita, musik, dokumenter, kartun dan saluran keluarga. Akses 24 jam juga ditawarkan untuk 3 saluran film berbahasa Inggris seperti HBO, STAR Movies, dan MGM Gold, serta akses 12 jam untuk saluran film TNT.
Saluran kelima, FILM INDONESIA, diluncurkan khusus bagi pecinta film-film Indonesia. Ini menjadi saluran pertama di dunia yang menayangkan film-film berbhaasa Indonesia selama 24 jam. Menurut Peter, penayangan film berbahasa Indonesia menjadi amat mungkin mengingat demikian banyaknya stok film nasional. “Ada sekitar 4.000 film lebih. Kebanyakan, saya kira, belum pernah ditonton,” ungkap Peter.
Untuk itu, Peter melakukan kerjasama dengan produser sinetron Raam Punjabi, yang menurut Peter, punya banyak stok film nasional. Ragamnya pun amat banyak. Dari film-film Indonesia klasik sampai film-film kontemporer yang terdiri dari komedi, drama, kisah cinta, dan laga.
Indovision juga menayangkan dua saluran olahraga, STAR Sports Indonesia dan ESPN. Begitu banyak pilihan olahraga tersaji dalam kedua tayangan itu. Sejumlah pertandingan langsung (waktu itu) akan dihantarkan komentator Indonesia.
Selain olahraga, tiga buah saluran berita dan bisnis (belakangan itu) tersaji di Indovision, seperti CNN International, CNBC, dan BBC World. Peliputan sepanjang hari mengenai kejadian-kejadian di dunia dan informasi bisnis (kala itu) juga tersedia. The Discovery Channel, tentu saja menjadi semakin ciamik dengan layanan digital baru Indovision (kala itu).
Musik juga menjadi konsentrasi layanan Indovision ‘digital service’. Channel [V] Asia dan saluran berbahasa Inggris, Channel [V] International menyajikan video musik dari seantero dunia. Khusus anak-anak ada Cartoon Network selama 12 jam per hari. Sementara untuk keluarga, tersaji melalui STAR Plus Indonesia dan NBC Asia. Serial televisi yang memenangkan penghargaan seperti komedi situasi, ‘talkshow’ dna hiburan keluarga ada di sini.
Yang paling gres (waktu itu) dari Indovision, barnagkali lantaran (waktu itu) bakal ada RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) di Indovision yang dikemas menjadi Citra Junior untuk anak-anak (era itu), Citra Melati untuk wanita, dan Citra Hiburan untuk seluruh keluarga. “Ada banyak stok film yang dimiliki RCTI. Kita putar di sini,” ujar Peter (waktu itu).
Hanya saja, karena (saat itu) masih belum ada izin siar bagi Indovision di Indonesia, maka penyiaran langsung semua tayangan itu (waktu itu) masih dilakukan di luar Indonesia. “Semuanya masih diputar dari Hongkong atau Singapura. Karena Hongkong dan Singapura sudah menjadi semacam ‘broadcasting centre’, Indonesia belum ada izin,” ungkap Peter (waktu itu).
Ditulis oleh: Lukmanoelhakim
Dok. Bintang – Edisi 310/Th. VI/minggu ketiga Februari 1997, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar