KUIS SIAPA DIA: "PEMANDU KUIS JADI PANELIS" (TVRI PROGRAMA 1 - JUMAT, 24 JULI 1992 Pkl: 21.30 WIB)
PESERTA Kuis Siapa Dia (KSD/TVRI) minggu keempat Juli 1992
ini tidak seperti biasanya. Ani Sumadi – penata acara – telah menciptakan keunikan
baru. Para ‘master quiz’ yang biasanya memandu acara, minggu keempat Juli 1992
ini malah jadi panelis. Mereka adalah Bob Tutupoly, Tantowi Yahya, Koes
Hendratmo, dan Olan Sitompul.
Meski sudah sering tampil menghadapi kamera, demam kamera tetap saja menyerang. Terbukti ketika ditanya, Tantowi Yahya mengaku gugup. Untuk menghilangkan kegugupannya, ia berdoa dulu sebelum mulai. Tugas panelis menebak tokoh yang tersimpan dalam bilik yang tertutup. Seperti biasa, diawali dengan pertanyaan yang mengarah kepada profesi ‘mystery guest’ (MG).
Kegembiraan terbayang di wajah panelis karena berhasil menyibak sedikit tirai profesi MG. Namun itu tidak berlangsung lama. Banyaknya pertanyaan yang dijawab “ya dan tidak” oleh MG, kebingungan kembali tersirat di wajah panelis. Sampai-sampai Koes Hendratmo beberapa kali mengucapkan, “’Pass’,” setiap mendapat kesempatan bertanya.
Dan jangan tertawa, apabila di tengah kebingungan, Koes mengajukan pertanyaan yang menggelitik, “Apakah Anda berkumis? Tebal? Sebelum memasuki babak kedua, tampil Trio Glamendy yang kompak. Setelah itu tampil 3 orang wanita yang berpakaian hitam-hitam, mengaku sebagai pesilat. Tantowi yang cukup menguasai seluk-beluk persilatan meminta mereka memperagakan berbagai jurus. Namun, 3 pesilat wanita itu cukup mampu mengecoh panelis.
Ditulis oleh: Utami Sri Rahayu
TAKTIK OTAK KIRI-KANAN TANTOWI YAHYA DI KUIS SIAPA DIA (TVRI PROGRAMA 1)
“Dalam mengajukan pertanyaan, saya menggunakan otak kiri untuk memperhatikan pertayaan teman, dan otak kanan untuk merancang pertanyaan selanjutnya,” ungkapnya. Pertanyaan yang diajukannya memang cukup mengarah, meski tak membawa kemenangan. Namun, menurut Tantowi, kekalahannya sebagai kalah terhormat.
Alasannya, “Mestinya pada putaran ketiga babak pertama, profesi ‘mystery guest’ sudah bisa ketebak! Tapi berhubung jawabannya membingungkan, akhirnya mentah lagi! Seperti pada pertanyaan apakah berkaitan dengan hiburan, jawaban ‘mystery guest’, tidak! Kalau dia mau jujur, pasti dibilang ya! Jadi, kita bisa lebih mengarahkan pertanyaan lagi! Sepertinya, panelis tidak mengetahui profesi yang sebenarnya!,” jelasnya dengan nada yang cukup tinggi.
Kekecewaan Tantowi tidak hanya pada babak pertama saja. Babak kedua pun, peraganya dinilai tidak jujur. “Pada saat peragaan terlihat ada peraga yang berpura-pura lemas. Tapi setelah selseai permainan, saat disuruh memperagakan, baru keluar gayanya yang asli!,” tutur Tantowi dengan gemas. Tantowi tetap tidak merasa kalah. “Malu juga, sih. Tapi, kalau tidak kalah, takutnya dibilnag ibu Ani membocorkan soal,” ucapnya sambil tertawa.
Ditulis oleh: Utami Sri Rahayu
Dok. Citra – No. 121/III/22-28 Juli 1992, dengan sedikit perubahan




Komentar
Posting Komentar