KISAH PENDEKAR RAJAWALI (NEW LEGEND OF THE CONDOR HEROES): "INDOSIAR, SUDAH SIAP MERAUP ANGKA RATING SRI?" (INDOSIAR, SENIN-JUMAT Pkl: 17.00 WIB)


TERUS terang, guaampang menebak alasan Indosiar menayangkan serial New Legend of The Condor Heroes (Sia Tiauw Eng Hiong) versi baru, produksi HK-TVB, tahun 1994. Ini satu dari trilogi populer karya resi silat Louis Cha Chin Yung.

Anda tentu tidak akan pernah bisa melupakan pasangan tokoh legendaris yang lahir dari karya berlatar belakang dinasti Yuan (1271-1368), Kwee Ceng-Oey Yong. Nah, Indosiar mengandalkan betul popularitas cersil ini untuk mencuri kembali perhatian pemirsa yang pernah membludak semasa pemutaran serial Return of The Condor Heroes versi lama.

Dan yang lebih pasti lagi, untuk mendongkrak angka rating SRI (Survey Research Indonesia), khususnya pada tayangan serial silat yang belakangan itu terus anjlok. (Buktinya, waktu siar Pendekar Empat Alis terus mengalami perubahan. Terakhir – kala itu – mulai 16 November 1996 dimajukan menjadi pukul 13.00 WIB. Waktu siar yang tragis untuk sebuah produksi kolosal!).

Untuk Indosiar, kali ini semestinya takkan sia-sia. Meski ‘remake’ dan lagi pasangan tokoh Oey Yong-Kwee Ceng bukan lagi diperankan almarhumah Barbara Yung-Felix Wong seperti pada versi lama produksi tahun 1982, serial ini tetap punya nilai unggul. Ya cerita, ya produksi. Di tangan sutradara Lie Thien Seng, teknik pembuatannya lumayan bagus.

Selain itu, serial ini bertaburan bintang muda (era itu) yang (waktu itu) tengah digandrungi remaja – masa itu – (pantas waktu tayangnya petang hari, ya), di antaranya Chi Lam dan Athena Chu Yin yang digosipkan berhubungan khusus dengan Stephen Chow.

Penampilan mereka sebagai Kwee Ceng dan Oey Yong tidak mengecewakan. Akting Chi Lam, yang aslinya (waktu itu) kekasih Anita Yuen, layak dapat acungan jempol. Karakter Kwee Ceng yang jujur, lugu, dan rada bloon dibawakannya sama persis dengan cerita aslinya, tak jarang keluguannya memancing tawa.

 












Setelah serial ini tuntas tayang 35 episode, telah menanti bagian keduanya, New Return of The Condor Heroes 1995 (Sin Tiauw Hiap Lu). Serial yang juga dibuat ulang itu, (waktu itu) bakal menampilkan bintang muda (era itu) berbakat, Carmen Lee Juo Tung (Lover’s Tear) dan Louis Ku Thien Le sebagai sejoli legendaris Yoko-bibi Liong.

Dan biar lengkap, selesai Return, (perkiraan waktu itu) bisa saja Indosiar meneruskan akhir trilogi ini dengan tayangan New Heaven Sword and Dragon Sabre.

Khusus yang satu ini, kalau memang ingin memanjakan pemirsa, Indosiar harus merendahkan hati membeli produksi Taiwan yang dibintangi Ma Cing Tao dan Cecilia Yip (White Snake Legend – di Indonesia diputar SCTV, red). Soalnya, ‘remake’ terakhir (kala itu) dari TVB sudah pernah mereka tayangkan. Itu lho, serial Pedang Pembunuh Naga yang diperankan Tony Leung dan Kitty Lai.

 












KISAH NLCH tetap berpijak pada pakem aslinya, bertutur tentang persahabatan, cinta sejati, cinta tanah air, dan politik yang kejam. Sangat terasa kentalnya semangat patriotik. Karena Louis Cha mengambil latar belakang zaman dinasti Sung dilanda kemelut (1127-1279). Di masa ini lahir tiga kerajaan baru: Liau, Sia, dan Kim.

Keluarga Kwee Siauw Thien dan Yo Tiat Sim yang sudah lama bersahabat, terkenal setia dengan raja. Mereka berjuang keras membela kerajaan Sung. Di tengah kerusuhan, masing-masing menanti kelahiran anak kelaurga Kwee dan Yo cuma berlangsung sebentar.

Serbuan pasukan kerajaan Kim memupus semua asa mereka. Yo dan Kwee gugur. Nyonya Kwee melarikan anaknya ke daerah Mongolia. Sedang pangeran keenam kerajaan, Kim menyunting istri Yo, Pauw Sek Yok yang sudah lama ditaksirnya.

Mudah ditebak perbedaan kehidupan Kwee Ceng dengan Yo Kang kelak. Yang satu hidup sederhana, satu lagi bergelimpangan harta. Kwee Ceng yang besar di tengah gurun Gobi, tumbuh menjadi pemuda berani dan jujur. Ia berguru pada tujuh siljuman Kong Lam. Dari salah satu gurunya, Jabe alias pemanah ulung, Kwee Ceng sukses menguasai ilmu memanah.

Karena mampu memanah sepasang rajawali sekaligus, Kwee Ceng memperoleh julukan Pendekar Pemanah Rajawali. Raja Jenghis Khan (Liu Tan) lantas menjodohkan Kwee Ceng yang disayanginya itu dengan putrinya, Gochin (Chen Phei San).

Meski Gochin berhati emas, cinta Kwee Ceng tidak terpaut padanya. Ia lebih kesengsem pada Oey Yong, pengemis cerdas yang ditemuinya saat perjalanan menuju Tionggoan. Perkenalan dengan putri Tunggal Datuk Timur Sesat, Oey Yok Su yang tinggal di pulau Bunga Tho itu pula yang kemudian membawa Kwee mengembara hingga bertemu Yo Kang (Luo Cia Liang) di itsana.

Kwee Ceng akhirnya tahu, ayah tiri Yo Kang, pangeran keenam, pembunuh ayah kandungnya. Kwee Ceng berusaha menasihati Yo Kang, tapi gagal. Yo Kang malah mengkhianatinya. Bersama si racun barat, Auw Yang Hong, Yo Kang mencuri kitab Kiu Im dan surat Bu Bok milik Kwee Ceng, yang juga jadi incaran semua pesilat dunia.

Ditulis oleh: Funnywati Sucipto

Dok. Bintang – No. 297/Th. VI/minggu pertama November 1996, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer