KEKERASAN DI TELEVISI, BANYAK DICECAR SEKALIGUS BANYAK YANG GEMAR

 Film keras: banyak dikritik, banyak yang melirik

FILM-FILM yang penuh adegan kekerasan yang selama itu ditayangkan televisi, tak jarang terus dicecar kritik. Namun, kenyataan lain memberi bukti bahwa tayangan jenis ini banyak penggemarnya. Setidaknya, macam itulah yang bisa disimpulkan setelah melihat hasil angket tutup tahun 1993 RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia), yang ditayangkan dalam paket Gemilang 94 di RCTI, Jumat, 4 Januari 1994, 21.30 WIB.








































Dalam kategori 10 program RCTI yang digemari, “rubrik” Layar Emas menempati posisi paling atas. Seperti diketahui – yang juga dipahami direktur operasional RCTI, Alex Kumara – Layar Emas cenderung berisi film-film yang relatif banyak adegan gebuk-gebukan dibandingkan “rubrik” lainnya. Tayangan laga (‘action’) lainnya yang masuk 10 besar adalah Renegade di urutan ke-8.








































Itu memang baru salah satu kesimpulan. Kesimpulan menarik lainnya, paket berita nyatanya juga menempati posisi tinggi. Artinya, pemirsa televisi Indonesia menempatkan siaran televisi tidak sebagai semata sarana hiburan, melainkan juga sarana mendapatkan informasi. Dan paket berita itu adalah Seputar Indonesia, yang berada di urutan kedua setelah Layar Emas.

“Informasi terbukti sangat dibutuhkan, dan RCTI mampu memenuhi kebutuhan itu,” komentar DR. Eduard Depari, manajer PR RCTI. Paket berita lainnya yang masuk 10 besar adalah Nuansa Pagi, ke-6. Zsa Zsa Yusharyahya, pembawa berita yang sekaligus produser Seputar Indonesia, kepada Cit berbisik: “Bagi saya, yang nomor satu, yang terunggul, ya Seputar Indonesia. Layar Emas khan nggak jelas yang mana? Jadi, kalau yang pertama tidak jelas, ya ‘runner-up’-nyalah yang teratas.”













Itu kesimpulan kedua. Masih tersisa kesimpulan lainnya: hasil angket RCTI sangat berbeda dibandingkan hasil pemantauan riset lembaga Survey Research Indonesia (SRI), urutan paket berita RCTI adalah: Buletin Siang, Seputar Indonesia, dan Nuansa Pagi. Berdasar angket, urutannya: Seputar Indonesia, Nuansa Pagi, Buletin Siang, dan Buletin Malam.

Angket yang dipancing hadiah antara lain Toyota Starlet ini berhasil menjaring sekitar 10 juta kartu pos. RCTI lantas mengkategorisasi masing-masing pilihan itu menjadi 10 kategori – termasuk yang 10 besar itu. 9 kategori lainnya, dipilih 5 besar. Memang tak semuanya terkumpul 5 besar. Paket berita misalnya, hanya terdaftar 4 besar, lantaran Sekilas Info tak masuk hitungan. Juga paket kuis yang jumlahnya memang tak sampai 5 macam.

Ditulis oleh: Veven Sp Wardhana/Benny N. Joewono

Hasil rincinya – masing-masing kategori berdasar urutan terbanyak – inilah:

 

















































































10 program paling digemari: Layar Emas, Seputar Indonesia, Ba-Sho, Tak Tik Boom, Wild Rose, Nuansa Pagi, sepakbola, Renegade, Kuis Keluarga Lifebuoy, dan Gara-Gara.

Komedi: Ba-Sho, Gara-Gara, Abumawas, Keluarga Van Danoe, dan Ada-Ada Saja.

Drama: Wild Rose, Beverly Hills 90210, No One But U, Another World, dan Rumah Kami.

Laga (‘action’): Renegade, Mac Gyver, Time Trax, Kungfu The Legend Continues, dan The Legend of The Condor Heroes.

Acara anak-anak: Ksatria Baja Hitam, Candy-Candy, Doraemon, The Simpsons, dan Sahabat Pilihan.

Pusparagam (‘variety show’): Salam Canda, America’s Funniest Home Videos, Gado-Gado, America’s Funniest People, dan Kontak Pemirsa.

Musik: Pentas Musik, Trend Musik, Delta (Deretan Lagu Terbaik), Cipta Pesona Bintang, dan America’s Top Ten.

Kuis: Tak Tik Boom, Kuis Keluarga Lifebuoy, dan Berseri Mengukir Prestasi.

Berita dan informasi: Seputar Indonesia, Nuansa Pagi, Buletin Siang, dan Buletin Malam.

Olahraga: siaran langsung sepakbola.

Dok. Citra – No. 202/IV/7-13 Februari 1994, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer