JENDERAL NAGABONAR: "NAGABONAR MEGNACAUKAN RENCANA SI RAJA COPET MERIAM" (SCTV - SETIAP MINGGU Pkl: 19.30 WIB)

 
LAMBAN. Kesan itu muncul begitu menikmati Jenderal Nagabonar (SCTV) episode 8. Mungkin Sam Sarumpaet selaku sutradara mempunyai pertimbangan tersendiri ketika menampilkan adegan panjang Nagabonar (Sandy Nayoan) dengan Ukan (Idries Pulungan). Mungkin saja, Sam yakin duet Idries Pulungan dan Sandy Nayoan mampu mengatasi kesan lamban dengan kehandalan aktingnya.

Sayangnya, dengan tata cahaya yang gelap – sesuai dengan ‘setting’ waktu – ditambah dialog yang kadang nyaris tak terdengar, adegan panjang yang ditampilkan lebih memberi kesan lamban.

Ukan yang merasa “ditaklukkan” mengikuti ke mana Naga pergi, keduanya sudah sepakat menjadi saudara. Waktu mereka berdua berjalan-jalan, tiba-tiba Nagabonar mencuri ayam karena lapar. Semula Ukan hanya melihat saja Naga menikmati hasil curiannya. Bagi Ukan mencuri lebih hina daripada mencopet. “Mencuri yang diperlukan hanya keberanian. Kalau mencopet diperlukan keahlian,” ujar Ukan. Tapi, karena tidak dapat menahan lapar, Ukan menyikat juga ayam curian Naga.

Setelah kenyang makan ayam curian, Ukan dan Naga menuju ke warung Muluk untuk menumpang tidur. Karena mau pergi, Muluk menolak Ukan dan Naga menginap. Muluk tidak ingin nasi dan kopinya habis disikat Ukan dan Naga. Pelbagai cara dipakai Ukan dan Naga untuk merayu Muluk. Hasilnya tetap nihil. Muluk menyarankan untuk pergi bersamanya menikmati pesta tari. Mendengar kata pesta tari Ukan langsung setuju. Begitu juga dengan Naga.

Sampai di tempat pesta, Muluk langsung masuk arena dan mengajak seorang penari berjoget. Ukan dan Naga terkesima melihat Muluk, juragan kedai kopi ternyata ahli menari dan menyanyi. Naga yang baru pertama kali melihat pertunjukan itu, coba menikmati. Ukan yang semula ikut menikmati, tiba-tiba terkejut setelah melihat anak buah Meriam, raja copet Medan, mulai bergabung.

Ukan buru-buru memberitahu Naga. Sayang, Naga yang asyik melihat Muluk berjoget pura-pura tidak peduli. Naga malah asyik meniru Muluk berjoget sembari mengeliling arena. Tak lama dari itu, tiba-tiba penonton berteriak, ‘Copet-copet!” Dan salah satu anak buah Meriam tiba-tiba digebuki ramai-ramai karena ketahuan membawa dompet penonton yang berteriak.

Melihat kejadian itu, Ukan kaget. Lebih kaget lagi ketika Naga memberitahu kalau dia mau berjoget, sembari mengeluarkan beberapa keping uang. Ukan yang tahu Naga tidak punya sepeser uang jadi mahfum. Nagalah yang bikin ulah, sehingga anak buah Meriam digebuki.

Ditulis oleh: Adi Pamungkas

Dok. Bintang – Edisi 310/Th. VI/minggu ketiga Februari 1997

Komentar

Postingan Populer