JANJIKU: "APAKAH BISA MENAMPUNG MASSA SI DOEL?" (RCTI - SETIAP SENIN Pk: 19.30 WIB)

 











SERIAL apa yang bisa mengganti kedudukan Si Doel Anak Sekolahan 3 (SDAS) yang berakhir minggu kedua Februari 1997 lalu? Begitulah pertanyaan para pemerhati dan kritikus sinetron. Kehadiran SDAS produksi PT Karno’s Film memang fenomenal. Mulai dari SDAS 1 hingga 3, selalu menduduki rating teratas, walaupun akhir-akhir itu sering mendapat kritik.

Untuk mengganti kedudukan SDAS tidak gampang, terutama dalam kaitannya dengan tanggapan masyarakat. Artinya, SDAS tidak hanya diukur dengan rating yang tinggi, tapi juga selalu menjadi bahan pembicaraan, baik oleh penikmat, pemerhati, hingga kritikus sinetron. Ini tidak gampang. Kalau soal jam tayang, RCTI telah menunjuk serial Janjiku produksi PT Tripar Multivision Plus sebagai pengganti.

 











Pilihan RCTI terhadap serial Janjiku – yang konon dikerjakan bersama antara sineas India dan Indonesia – didasarkan pada asumsi, serial ini akan mampu mengganti kedudukan si Doel. RCTI (waktu itu) masih percaya PT Tripar Multivision Plus bisa diandalkan untuk mempertahankan posisinya di hari Senin. Pilihan yang masuk akal. Untuk “membalas” kepercayaan RCTI, Multi kembali melontarkan jurus mautnya dengan mengandalkan bintang-bintang kondang.

Dari sisi cerita, Janjiku agak “menyimpang” dari tema PH milik Raam Punjabi yang selalu menyajikan dendam habis-habisan. Zara Zettira sepertinya sengaja mengambil jarak dengan memberi formula baru dalam penceritaan. Ada dendam, tapi tidak sampai habis-habisan. Yang ada, sebuah perjuangan seorang ibu yang menggugah rasa haru.

 



















Tersebutlah seorang Laras (Paramitha Rusady), guru seni suara di sebuah SD. Semenjak kedua orangtuanya meninggal, Laras tinggal bersama kakeknya, pak Budaya (TB Maulana Husni). Di pesta ulang tahun salah satu muridnya, Laras diganggu Jimmy (Raynold Surbakti). Laras marah dan menamparnya. Akibatnya, Jimmy, anak mama yang kaya raya, marah, dan dendam. Tanpa diduga, keduanya dipertemukan kembali secara kebetulan.

 
















Ayah Jimmy, pak Hadi (Abe Fauzie), mantan mahasiswa kesayangan pak Budaya. Dari kejadian itu timbul gagasan pak Hadi untuk menjodohkan Jimmy dengan Laras. Jimmy yang masih menyimpan amarah tentu saja senang dengan rencana itu. Pernikahan merupakan ajang pembalasan dendam bagi Jimmy.

Ditulis oleh: Adi Pamungkas

Dok. Bintang – Edisi 310/Th. VI/minggu ketiga Februari 1997, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer