JANET JACKSON: "MERASA DEWASA LANTARAN PERCERAIAN"

KALAU saja Minggu, 28 Oktober 1990, 17.30 WIB, ini RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) menayangkan paket musik Hit Video Countdown (hari dan jam itu memang “jatah” paket ini, selain Chart Atack), maka nama Janet Jackson (waktu itu) bakal kita temukan. Nggak tanggung-tanggung, lewat lagu Comeback To Me, ia menempati posisi teratas.

Sebelumnya, Minggu, 21 Oktober 1990, dia ada di posisi ke-5. Kalaupun paket itu diganti paket musik lain, setidaknya – lewat judul lain – bungsu dari 9 bersaudara putra-putri Katherine-Joseph Jackson ini tetap muncul juga lewat Selingan Musik RCTI.

Sebelum Janet berarti di mata penggemarnya seperti 1990 ini, ia juga merasakan bagaimana enak dan tidak enaknya menjadi salah seorang adik dari ‘superstar’ Michael Jackson. “Teman yang benar-benar, susah didapat,” kata Janet. “Untuk beberapa waktu, saya pikir mereka itu memang benar-benar suka main dengan saya! Tetapi akhirnya saya bisa tahu, mereka itu mau berteman dengan saya karena saya adik Michael!,” katanya dengan penuh kekesalan.

Janet tak hanya naik panggung bertarik suara. 

“Teman yang benar-benar susah didapat.” 

“Dan saya pikir, perkawinan itu bukanlah kesalahan besar. Dan hal itu membuat saya lebih dewasa.”

Memang, Janet kecil selalu menguntit ke mana sang kakak pergi. Hubungan kedua bersaudara ini makin akrab ketika Janet menginjak usia 13 tahun dan Michael berusia 21 tahun. Keduanya konon memiliki kepribadian yang hampir sama: sama-sama pemalu, sama-sama buka binatang peliharaan.

Michael makin bertambah sibuk megnurus fansnya yang makin banyak dan menggila itu, perhatian sang adik pada sang kakak tetaplah besar, terutama bila orang mengkritik sang kakak. Keadaan yang serupa juga berlaku pula dengan Michael. Sesibuk-sibuknya Janet, Michael selalu memberi semangat pada adik bungsunya itu. Atensi yang begitu besar terlihat saat tur besar Janet, memakan waktu 9 bulan untuk ‘Rhythm Nation’-nya, keliling Eropa dan Asia.

Michael di awal tur adiknya, Maret 1990, mengirim bunga-bunga ke kamarnya selain 3 foto besar Janet kecil yang berukuran segede jendela di kamar hotel.

CINTA pertama merupakan awal berkembangnya si daun muda (era itu) ini. Dan cinta pertamanya yang membuat ia berhenti bermain dengan teman-teman lelakinya yang selalu banyak itu. Untuk pertama kalinya, cinta Janet ditujukan pada pemuda James De Barge, yang sudah dikenal jauh hari ketika ia masih berusia 10 tahun.

Rupanya cinta pertamanya pula yang kemudian benar-benar merebut hatinya, sehingga pada usia 18, Janet berangkat menuju ke pelaminan. Tepatnya: 7 September 1986.

Toh. Janet dan James hanya dapat mempertahankan rumah tangag mereka satu tahun saja, karena keduanya bertengkar tentang jadwal mereka yang sering berbeda. “Saya tidak pernah menolak akhir perkawinan itu. Dan saya pikir, perkawinan itu bukanlah kesalahan besar. Dan hal itu membuat saya menjadi bertambah dewasa.”

Janet tak hanya naik panggung bertarik suara. Usia 7 tahun, ia sudah bermain di film TV: Good Times, Different Stroke, dan Fame. 1990 ini, Janet sedang naik daun dengan album keempatnya yang mengguncang, Rhythm Nation menyusul sukses album sebelumnya Control. Lewat album Control ia melejitkan 2 hitnya: What Have U Done For Me Lately dan Nasty. Sebelumnya, lewat album Dream Street, ia catatkan hit Don’t Stand Another Chance.

Dok. Bintang, No. 01/24 Oktober 1990, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer