JALINAN NADA: "PAKET GABUNGAN BRUNEI-INDONESIA" (TVRI PROGRAMA 1 - KAMIS, 20 AGUSTUS 1992 Pkl: 23.24 WIB)

Nia Zulkarnaen

ASSALAMUALAIKUM! Apa kabar pemirsa di rumah dan penonton Radio Televisyen Brunei? Jumpa lagi dalam acara Jalinan Nada bersama artis-artis dari Indonesia dan Brunei. Begitu kira-kira awalnya.

Lantas penyanyi-penyanyi Indonesia yang terdiri dari Hemi Pesulima, Nia Zulkarnaen, Masnait Grup, Lita Suwandi dan beberapa orang penari latar mendendangkan lagu Kicir-Kicir yang disambung dengan kehadiran artis-artis Brunei, AK Yusri PG. Yahya, Musa Daud/Tuminah Timbang, DK. Fridah/Saidatul Fauziah, mendendnagkan Kikik Serbang Merah.

Paket Jalinan nada tayangan ketiga ini direkam di studio VII TVRI Jakarta. Bersama dua pembawa acara: Adelina (TVRI) dan Hanafiah (Brunei), Jalinan Nada dirangkai dengan ‘rancak’. Broery Tetelepta yang bertindak sebagai penanggung jawab bekerjasama dengan Djoko Parmanto (pengarah acaara) memuat Jalinan Nada menjadi sebuah tayangan apik.

Memori Cinta adalah judul lagu yang (waktu itu) bakal dinyanyikan AK Yusri PG Yahya, yang merupakan karya ciptanya sendiri. Kemudian Lita Soewardi menyanyikan Kusadari.

Di sela-sela acara, ada pula yang disebut Tatan Rekreasi yang (waktu itu) bakal menampilkan sosok pariwisata negeri Brunei. Acara ditutup dengn lagu Untukmu yang dinyanyikan seluruh artis pendukung Jalinan Nada adalah sebuah paket hiburan yang dikelola dalam rangka mempererat hubunan Indonesia dan Brunei, khususnya dalam hal budaya.

Paket sejenis pun telah ada lebih awal bertajuk Senada Seirama, yaitu paket hiburan olahan TVRI dan Radio Televisyen Malaysia (RTM). Yang membedakan Jalinan Nada dengan Senada Seirama yang sebelumnya bertajuk Titian Muhibah adalah sistem siarannya.

Jika Jalinan Nada menjadi ajang saling mengunjungi masing-masing artis pendukung (kali ini artis Brunei yang datang ke Indonesia, sementara di waktu lain artis Indonesia yang berkunjung ke Brunei), lalu direkam dan disiarkan di dua negara tersebut, sementara Senada Seirama adalah perkawinan paket lewat satelit. Artis kita rekaman di Indonesia dan Malaysia pun demikian. Pada hari siaran, para pembawa acara bertemu lewat satelit dan ‘editing’ paket pun berlangsung lewat satelit.

Ditulis oleh: Hans Miller Banureah

Dok. Citra – No. 125/III/19-25 Agustus 1992, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer