INTRODUKSI - LIMA VIDEO MUSIK INDONESIA BERSAING MASUK NOMINASI MTV ASIA VIEWERS CHOICE AWARDS '97

 Dewa 19

MTV (‘Music Television’) Asia menetapkan lima video musik yang masuk nominasi menjadi wakil Indonesia dalam kontes adu bagus video musik tingkat Asia, yang dikenal dengan nama ‘Asian Viewers Choice Awards’. Video musik yang bersaing mewakili Indonesia adalah Kirana (Dewa 19), Burung Gereja (Nugie), Puteri (Dewi Yull), Panggung Sandiwara (Nike Ardilla), dan Tidurlah Tidur (Katon Bagaskara).

Pemilihan video musik terbaik tingkat Asia yang pemenangnya ditentukan oleh banyaknya pemirsa MTV Asia yang memilih video unggulan tersebut, merupakan bagian dari rangkaian acara ‘MTV Video Music Awards’, yang (waktu itu) akan berlangsung bulan September 1997 di New York, Amerika.

Tahun 1996 lalu, lewat video Cukup Sitti Nurbaya, Dewa 19 menjadi wakil Indonesia memperebutkan gelar video musik terbaik Tingkat Asia, bersaing dengan wakil dari negara Asia lainnya. Dewa 19 memang akhirnya gagal mengulang sukses yang dibuat ‘rapper’ Denada yang menang dalam kontes tahun 1995 lewat video Sambutlah. Kegagalan Dewa 19, sebenarnya bukan disebabkan kalah kualitas dari video musik (Tai Ji Boys, Korea), yang keluar sebagai pemenang.

Menilik dari konsep penyutradaraan, penataan artistik dan penyuntingan, yang menjadi dasar perhitungan MTV dalam menentukan video musik mana yang berhak menjadi unggulan, video Dewa 19 tak kalah dengan Tai Ji Boys. Masalahnya, pemilih dari Korea jauh lebih banyak daripada pemilih Dewa 19. Tak lain karena jumlah fans Tai Ji Boys jauh lebih banyak. Ini bisa dipastikan dari angka penjualan kaset grup dari Korea itu, yang mencapai angka 2 juta kopi.

Asumsi bahwa acara ‘MTV Video Music Awards’, ‘Asian Viewers Choice Awards’ ini ajang adu banyak penggemar atau adu banyak pemilih, memang tak terleakkan. Sudah jelas bahwa yang menjadi perhitungan adalah banyaknya pemilih. Kalau mau jujur, begitu dipastikan masuk nominasi dalam ‘MTV Asia Choice Awards’, video yang masuk nominasi tak perlu merisaukan ihwal kualitas.

Yang harus diperhitungkan kemudian adalah seberapa banyak pendukung yang nantinya akan memberikan suara. Jadi, siapapun yang nantinya akan mewakili Indonesia dalam acara tahunan MTV ini, harus pandai mengatur strategi menjaring suara. Agar kuantitas pendukungnya melebihi video musik dari negara Asia lainnya.

Dalam menentukan lima video unggulan dari Indonesia, MTV sengaja memilih beberapa video dengan corak musik berbeda. “Sengaja kami memilih unggulan dari berbagai jenis musik. Mulai dari ‘alternative rock’ (Dewa 19) hingga pop (Dewi Yull). Ini perwujudan dukungan MTV terhadap perkembnagan industri musik dan artis Indonesia,” ujar Andrew Hoppe, ‘vice president’ MTV Asia.

Video musik mana yang (waktu itu) akan mewakili Indonesia, (ketika itu) akan ditentukan lewat pemilihan suara yang disalurkan lewat Radio OZ Bandung, Hard Rock FM Jakarta, Radio SCFM Semarang, Radio CDBS Bali, dan Radio Istara Surabaya.

Untuk Anda yang menjagokan salah satu dari lima video musik Indonesia yang menjadi unggulan, bisa mengirim suara dukungan mulai minggu keempat Juni 1997 ini. Awal Juli 1997 (yang waktu itu akan) datang, pihak MTV Asia (kala itu) akan memastikan video musik mana yang berhak mewakili Indonesia.  

Ditulis oleh: Erwin Arnada

Dok. Bintang, Edisi 328/Th. VII/minggu keempat Juni 1997, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer