IMUNG: "MAMPUKAH IMUNG MENJADI "PENYATU" KELUARGA?" (SCTV - SETIAP MINGGU Pkl: 17.00 WIB)

 
SETELAH sukses dengan serial Keluarga Cemara (RCTI), Arswendo Atmowiloto mencoba kembali melayarkacakan cerita bersambungnya, Imung, yang pernah dimuat majalah HAI.

“Ide dasar antara Imung dengan Keluarga Cemara sama, yakni untuk mengisi kekosongan tayangan keluarga atau anak-anak. Bahasa kerennya, saya tidak hanya prihatin akan sedikitnya tayangan keluarga tapi mencoba berbuat. Nah, apakah nantinya Imung akan sesukses Keluarga Cemara, saya hanya bisa berharap,” ujar Arswendo Atmowiloto.

Keinginan Arswendo mengisi kekosongan tayangan keluarga (terutama anak-anak) layak disikapi. Terlebih lagi, selain dua serial tersebut, ia telah mempersiapkan serial keluarga lain yakni telewayang Braja Bagaskara yang menurut rencana (waktu itu) akan ditayangkan SCTV (Surya Citra Televisi Indonesia) serta serial boneka.

Artinya, dengan semakin banyaknya acara yang bisa dinikmati seluruh keluarga, dampak negatif tayangan televisi yang saat itu sering dituduh “memecah belah” keluarga dapat dicegah. Tak jarang satu anggota keluarga mesti bertengkar dulu utnuk bisa menikmati acara kesayangannya. Ya, paling tidak orangtua merasa aman, ketika anaknya akrab dengan layar televisi.

Yang menjadi persoalan (waktu itu), mampukah serial Imung menjadi tontonan yang mampu “menyatukan” keluarga? Secara umum, ide cerita Imung baik. Yakni bagaimana seorang anak SMP mampu memecahkan pelbagai persoalan dengan kecerdasannya. Ya, Mac Gyver-nya Indonesia, meskipun cerita Imung dibuat jauh sebelum serial itu ditayangkan di bumi pertiwi.

Cuma sayangnya, cerita menarik itu kurang dikemas secara apik pula oleh Indraswara selaku sutradara. Indra sepertinya (waktu itu) masih “gagap” dengan ide-ide Arswendo yang terkadang “nakal”, ke dalam bahasa gambar. Sehingga tidak mengherankan bila serial ini terkesan lamban. Agak sayang, memang.

Episode pertama Imung berjudul Pembajakan Pesawat Terbang mengisahkan bagaimana Imung (Shakti Harimurti) yang pertama kali datang ke Jakarta bersama ayahnya (Deddy Sutomo) mampu melumpuhkan pembajak pesawat terbang, dengan ilham sakit gigi sahabat baik ayahnya, Kol. Pol. Suyatman (Parto Tegal) dan cara Imung mencontek, ketika ulangan tanpa persiapan belajar.

Ditulis oleh: Adi Pamungkas

Dok. Bintang – Edisi 311/Th. VI/minggu keempat Februari 1997, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer