HENNY PURWONEGORO
HAMPIR dalam setiap kegiatannya, Henny selalu mengajak serta putri tunggalnya, Ima. Begitu pula dengan rekaman untuk Berpacu Dalam Melodi (TVRI) yang (waktu itu) akan ditayangkan Jumat, 5 Juni 1992. Ima dengan setia menunggu mamanya menyanyi dalam rekaman acara itu. “Saya juga selalu ditemani bahkan sering diajari oleh mama ketika belajar,” ungkap Ima. Henny memang mempunyai resep khusus dalam mendidik putrinya, dan hasilnya tidak mengecewakan.
“Saya selalu menerapkan komunikasi terbuka. Dan selalu bersedia menerima pendapat. Pokoknya, ‘take and give’. Selain itu ikatan batin dengan anak sebaiknya dipertahankan, kalau bisa sampai dia menikah,” ungkap penyanyi yang sering merangkap sebagai ‘master of ceremony’ (MC) ini.
Menurutnya, kemampuan menyanyi dan MC yang dimilikinya adalah bakat alamiah. “Untuk itu saya malu, jika diminta untuk mengajar. Paling banter saya hanya membagi pengalaman,” ungkap penyanyi yang sudah aktif sejak tahun 1965.
Baginya, keberhasilan dalam memandu acara disebabkan karena memperhatikan publik yang dihadapi. Henny memang salah satu MC wanita yang baik. Tidak heran bila ia (waktu itu) akan muncul membawakan acara kuis baru TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) - kala itu, Pesona Wanita.
Ditulis oleh: Utami Sri Rahayu
Dok. Citra – No. 114/III/3-9 Juni 1992, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar