HARVEY MALAIHOLLO: "MULANYA RAGU"
MENYAKSIKAN Harvey Malaihollo membawakan lagu berirama pop sepertinya sudah biasa. Namun melihat penampilan Harvey dengan lagu-lagu balada, tentunya sangat istimewa. Apalagi lagu yang dinyanyikan Harvey merupakan musikalisasi puisi. “Memang, untuk pertama kalinya saya tampil dalam musikalisasi puisi,” jelas ayah satu anak (saat itu) ini (waktu itu).
Di acara 40 Tahun Prokreasi Yudhis & Noorca, Harvey Malaihollo (waktu itu) akan melantunkan dua buah puisi Yudhistira ANM dan Noorca Massardi. “Saya sengaja mengundang Harvey (Rabu, 9 Februari 1994-red) untuk acara istimewa ini. Setidaknya orang akan tahu bagaimana kalau musikalisasi puisi dinyanyikan bintang seperti Harvey Malaihollo,” ungkap Renny Jayusman, pemrakarsa acara ini.
Harvey sendiri mulanya ragu untuk membawakan lagu dengan
warna puisi yang kental. “Namun, setelah saya pelajari, kok rasanya tidak
sulit? Dan sepertinya, dua lagu yang saya bawakan juga tak terlalu ke irama
balada. Maka saya bersedia membawakan dua puisi tersebut (Biar dan Adalah Ia).”
Itu sebabnya, jangan harap musikalisasi puisi yang dibawakan Harvey sama
seperti musikalisasi puisi karya Sapardi Djoko Damono.
“Entahlah, lagu yang saya bawakan ini termasuk musikalisasi puisi atau bukan. Pun nada-nadanya tak terlalu sulit. Sepertinya, tak beda dengan lagu-lagu yang pernah saya bawakan,” ujar pembawa acara Pentas Musik RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia).
Ditulis oleh: Aris Muda Irawan
Dok. Citra – No. 202/IV/7-13 Februari 1994, dengan sedikit perubahan

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


Komentar
Posting Komentar