HARRY SABAR

 
SETELAH sembuh dari sakit, Ir. Drs. Harry Sabar langsung menerima tawaran mengerjakan musik sinetron tradisional, Mahkota Mayangkara TPI (Televisi Pendidikan Indonesia). “Namun, saya mesti rutin ‘check-up’ ke dokter,” ujarnya sambil sesekali mengusap keringatnya. Bagi Harry, proyek model beginian bukan untuk pertama kalinya. Sebelumnya, Harry mengerjakan musik untuk Tutur Tinular.

Menurutnya, mengerjakan ilustrasi musik untuk sinetron seri membutuhkan waktu dan imajinasi ekstra sulit dibanding kalau mengerjakan film-film pop. “Misalnya saja Catatan Si Boy, saya tahu ilustrasi musik apa yang dibutuhkan film (layar lebar-red) tersebut. Tapi untuk Mahkota, saya mesti meraba-raba dahulu untuk meniupkan “roh” musik yang sesuai,” jelasnya. “Bayangkan, gamelannya saja nanti harus ‘live’.”

Untuk Mahkota, Harry (waktu itu) merencanakan ilustrasi musiknya dnegan musik tradisional campuran Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Sampai saat itu, Harry telah merampungkan 15% dari keseluruhan musik Mahkota.

Komentarnya tentang ilustrasi musik sinetron, Harry hanya bisa mengurut dada. “Seadanya dan asal comot, bahkan cenderung merusak!,” ungkapnya. “Kalau mau lihat yang bagus, saya tantang mereka (ilustrator) untuk melihat milik saya di Mahkota! Saya jamin hasilnya bagus!”

Ditulis oleh: Aris Muda Irawan

Dok. Citra – No. 121/III/22-28 Juli 1992, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer