GEBYAR MUSIK: "TAMPILNYA DUA JUARA DUNIA" (TVRI PROGRAMA 1 - SABTU, 25 JULI 1992 Pkl: 21.30 WIB)
BELUM puas menayksikan penampilan Ruth Sahanaya di Midnight
Sun Song Festival Finlandia (disiarkan secara langsung oleh TVRI-red) yang
membawa namanya melambung jadi juara dunia? Belum puas menyaksikan penampilan
Trie Utami menyabet gelar juara dunia di festival nyanyi Rumania (juga
disiarkan langsung TVRI-red)? (Waktu itu) jangan beranjak dari depan layar kaca
Anda pada hari Sabtu, 25 Juli 1992.
Setelah Dunia Dalam Berita, TVRI Jakarta kembali menggelar Gebyar Musik yang disiarkan secara langsung dari studio VII (Senayan, Jakarta-red). Ini yang ke-5 sejak menjelang Pemilu 1992 lalu. Dan ini merupakan sajian kejutan setelah TVRI teriak tak punya duit, tapi malah bikin paket gebyar-gebyaran yang gila-gilaan. Artinya, dana untuk membuat paket seperti ini sehrausnya jauh lebih tinggi, ketimbang bikin paket seperti biasanya.
Yang (waktu itu) bakal digelar ini pun (waktu itu) masih dikembangkan dari yang pernah ada. Paling tidak jadwal siaran pun ikut berubah. Sebelumnya pukul 19.30 WIB, yang belakangan itu (Juli 1992-red) pukul 21.35 WIB. Lainnya karena waktu yang begitu panjang, maka jumlah artis yang (waktu itu) bakal tampil pun melimpah ruah. Belum lagi kalau rencana Gebyar siaran langsung dari tiga kota: Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya.
Seorang staf bagian perencana siaran musik dan hiburan berkomentar, “Kalau sudah begini mencari artis dan memastikan mereka ikut di acara dadakan ini rada rumit.” Ini bisa terjadi karena Gebyar bukan acara rutin yang sudah terprogram dalam susunan acara tahunan, tapi paket dadakan yang dianggap menjadi tolok ukur untuk rancangan berikutnya.
Dari puluhan artis yang (waktu itu) bakal tampil nantinya, (saat itu) sudah terdaftar beberapa nama semisal Minel, Puput Novel, Andi Meriam Mattalatta, Titiek Puspa, Inka Christie, Trie Utami, Ruth Sahanaya, Trio Libels, Mus Mujiono, Utha Likumahua, Harvey Malaihollo. “Mudah-mudahan dari daftar yang sudah ada ini tidak ada yang menolak dan berhalangan, sebab saya juga harus berusaha mengontak yang lainnya,” tutur sumber Citra di baperis musik dan hiburan (waktu itu).
Ditulis oleh: Hans Miller Banureah
Dok. Citra – No. 121/III/22-28 Juli 1992, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar