GEBYAR DI GEBYAR MUSIK MAKIN PUDAR (GEBYAR MUSIK, TVRI PROGRAMA 1 - SENIN, 2 AGUSTUS 1993 Pkl: 21.30 WIB)
AJANG, ANDALAN. Maunya, memang banyak yang diungkap saat Gebyar Musik (GM) digelar. Kalau nyatanya tak bisa sesempurna yang diharapkan, ya harap maklum saja. Konon, pengemasan paket ‘live’ model begini memang banyak kendalanya. Lagi-lagi, alasan itu yang paling tepat diumbar. Barangkali sekalian untuk menyamarkan kelemahan.
Padahal, paket-paket ‘live’ begitu khan bukan untuk pertama kalinya digelar. Apalagi untuk GM yang sudah dijadikan tayangan tetap setiap bulan. Mesitnya, tingkat kesalahan atau kelemahan pun makin bisa ditekan. Paling tidak, tiap kali ajang ini muncul, tiap kali pula makin sempurna.
Tapi kayaknya makin rutin muncul, GM malah makin nampak tak istimwa lagi. Padahal, paket begini, harusnya jadi paket andalan, yang dinantikan banyak pemirsa. GM memang (waktu itu) sedang kehilangan gregetnya, alias tak bisa mempertahankan pamornya yang sempat melambung. Sebabnya, barangkali banyak. Kalau mau ditelusuri, salah satunya lagi-lagi soal penyanyi. Bukan masalah vokalnya.
Tapi lebih pada ketidakmampuan penyanyi untuk tampil maksimal di paket yang disiarkan langsung dari studio VII TVRI Jakarta (Senayan-red) yang juga ditonton langsung oleh banyak orang. Tak heran kalau studio pun kelihatan penuh sesak. Sampai-sampai, penonton rela duduk lesehan lantaran tak kebagian kursi.
ABADI. Titiek Sandhora & Muchsin Alatas yang menjadi
duet abadi turut memeriahkan acara Gebyar Musik
Tapi coba hitung, berapa banyak dari deretan artis yang muncul, yang memanfaatkan peran penonton di studio, yang bisa berkomunikasi langsung dengannya? Jarang sekali. Itu karena penyanyi yang tampil, (sampai saat itu) belum bisa jadi ‘entertainer’ yang baik. Artinya, bisa juga jadi penghibur, tak sekadar melantunkan lagu. Kurang memanfaatkan secara maksimal, barangkali itu yang (sampai saat itu) belum jalan di tayangan ini.
Secara keseluruhan, acara ini memang baik. Paling tidak, inilah satu-satunya paket musik di mana kita bisa langsung muncul. Yang vokal biasa-biasa saja, ya ketahuan. Apalagi yang sember. Tapi, daya tarik seorang penyanyi khan mestinya nggak cuma dari kekuatan vokalnya saja.
Dari segi lain pun banyak menunjang. Dengan penggunaan intonasi yang baik, misalnya. Apalagi bila penampilan dan ekspresinya pun mendukung. Kalau soal lagu sih, tergantung selera. Mau suka jenis dangdut, pop atau lainnya, paket yang satu ini paling jago meramunya.
Nah, paket GM kali ini (waktu itu) bakal dimeriahkan banyak nama tenar. Setidaknya itu janjinya. Selain Ita Purnamasari muncul pula Paramitha Rusady, Titi DJ, Hilda Ridwan Mas, Sigit Subangun, dan Utha Likumahuwa. Tak ketinggalan juga Dedi Damhudi serta duet abadi, Titiek Sandhora & Muchsin Alatas. Malah kalau jadi, muncul Nicky Astria dan Emilia Contessa. Oh ya, duet Benyamin S. serta Nita Bonita (waktu itu) akan memandu acara ini. Tapi, semisal nggak muncul bintang tamu, (waktu itu) jangan dicari-cari, lho. Konon, bintang tamu di tayangan ini memang nggak mesti muncul.
“Cuma sekadar untuk variasi saja. Nggak harus ada. Jadi, kalau nggak ada, ya nggak dipaksakan,” ujar Dewa Rai, koordinator acara ini. “Tapi, saya selalu ingin memunculkan bintang tamu secara ‘surprise’,” sambungnya lagi. Oke, ada atau nggak ada bintang tamu, GM memang pasti jalan. Sekali lagi, soal gemebyar tidaknya, tergantung pemirsa.
Ditulis oleh: Turlukitaningdyah
Dok. Bintang – No. 127/Th. III/minggu keempat Juli 1993, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar