FAMILI 100 BINTANG-BINTANG: "MALE VOICE DITANTANG JAGOAN SAXOPHONE" (ANTEVE - SETIAP SABTU Pkl: 19.30 WIB)

 

KELOMPOK vokal Male Voice yang teridri atas empat cowok: Uman Tidrieza, Ferry Desferry, Julian Dicky Ismail, dan Omath alias A. Rachmat kebagian jatah berhadapan dengan geng ‘saxophone’: Embong Rahardjo, Yuyun George, Pomo, dan Didiek SSS. Yang satu, piawai dalam olah vokal, yang lain jagonya dalam urusan tiup meniup. Tapi, di Famili 100 Bintang-Bintang (ANteve), mereka tidak diperkenankan dau mulut, apalagi main tiup-tiupan.

Muncul dengan personil lengkap, Male Voice memperkenalkan diri. Uman yang punya hobi jalan-jalan memang tidak mengada-ada bila sering bepergian dengan Garuda Indonesia Airways. Uman memang pramugara. Ia juga mencatatkan diri sebagai juara dalam Festival Suara Remaja Vinolia. Ferry yang lahir di Garut, bekerja di BUMN dan pernah jadi juara ‘pop singer’.

Omath, yang dulunya pengajar kesenian di SMA 17 Agustus ini, pernah jadi juara nasional Bintang Radio, dan juara nasional Bina Vokalia. Lalu, Julian Dicky Ismail, sarjana arsitektur ‘landscape’, pernah menjuarai ‘fusion jazz’, interpretasi ‘jazz’. Usai memperkenalkan diri, Male Voice unjuk kebolehan olah vokal. “Famili 100, kamu membuat diriku terpesona, terpana, terbang melayang…”

Sementara kelompok Embong Rahardjo menyerahkan kepemimpinan pada satu-satunya peserta wanita, Yuyun George. Yuyun (waktu itu) bukan orang baru di dunia musik. Sudah belasan tahun (sampai 1997-red), ujarnya, Embong sendiri sudah menyelesaikan beberapa album, termasuk Sunday Jazz. Tapi, suami M.G. Mieke R dan ayah dari 3 orang anak yang (kala itu) sudah menjelang dewasa ini punya hobi lain. Piara burung, burung apa saja, ujarnya.

Sedangkan Pomo mengaku senang memainkan berbagai variasi: alto, tenor, bariton, baby, juga sopran. Terakhir, Didiek SSS, adik kandung Embong, adalah pimpinan sebuah orkestra. Mengisi acara bulanan. Pemainnya ada 30 orang, paparnya. Para saksofonis ini juga tidak mau kalah. Mereka memamerkan kepiawaian meniup sax.

Yuyun dan Julian yang masing-masing didaulat sebagai ‘leader’ saling jajal kebolehan. Aduh! Deg-dengan juga nih, ujar Yuyun. Pertanyaan, kado yang biasa diberikan pada kekasih, direbut Julian. Jawaban Yuyun, cincin, sebenarnya cukup bagus. Tapi kelamaan. Tetot keburu muncul. Sayang dari 9 jawaban, tak semua berhasil dibuka. Kelompok sax punya peluang mencuri angka. Sayang, parfum yang dikatakan Yuyun hanya menghasilkan tetot. 52 untuk Male Voice.

Bila pertanyaan dalam babak pertama cukup sederhana, Uman dan Embong mendapat pertanyaan agak berat. Mereka diminta menyebutkan penyanyi yang (sampai saat itu) pernah meraih Grammy Awards. “Whitney Houston!,” tebak Embong mantap. Nomor satu. Sayang sekali, dari 6 hanya tiga yang berhasil dibuka. Giliran Male Voice punya peluang. Usulannya: Eric Clapton, Celine Dion. Julian pilih Celine Dion. Hasilnya? Tetot. Kedudukan nyaris imbang, 52-64.

Giliran Pomo dan Ferry. Pengetahuan sejarah keduanya kali ini diuji. Pengetahhuan tentang nama kerajaan yang pernah ada di Indonesia disambar Ferry dengan cepat lewat jawaban Majapahit. Nomor satu. Male Voice berpeluang menambah angka. Satu per satu respon dibuka. Tapi belum semua terbuka, Male Voice sudah gagal dua kali. Tinggal sekali kesempatan. Dan tinggal satu yang belum terbuka. Bila semua berhasil dibuka Male Voice, berarti mereka menang.

Ditulis oleh: Lukmanoelhakim

Dok. Bintang, Edisi 328/Th. VII/minggu keempat Juni 1997, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer