EVENING SHADE: "BURT REYNOLDS JADI PELATIH SEPAKBOLA DIBANTU MANTAN PENCANDU NARKOTIKA" (TVRI PROGRAMA 2 - TIAP RABU Pkl: 18.00 WIB)
RUPANYA pemirsa di Amerika sana (saat itu) sudah jenuh
dengan film “berat” atau film ‘action’ yang diwarnai dar, der, dor. Dari 20
peringkat film seri yang disukai, yang masuk peringkat sebagian adalah film
komedi. Mungkin, kehidupan makin berat dari hari ke hari. Nonton film drama yang
diwarnai air mata? Kehidupan itu sendiri sudah banyak yang membuat sedih. Maka
pilihan jatuh ke film ha, ha, hi, hi.
Dari film komedi, film seri Evening Shade yang di awal 1992 pernah disiarkan TVRI (Programa 2-red), lalu terhenti, (belakangan itu) mulai 3 Juni 1992, (kala itu) akan disiarkan lagi. Film yang dibintangi Burt Reynold dan Michael Jeter ini masuk peringkat ke-17, musim kompetisi periode 1991-1992. Siaran perdana mengawali pemutarannya kembali, TVRI (Programa 2-red) – waktu itu – akan menampilkan episode The House Guest yang pernah diputar 11 Maret 1992 lalu.
FILM yang ber-‘setting’ di kota kecil, Evening Shade ini menarik untuk diikuti. Tema cerita berkisar sekitar kehidupan keluarga dengan segala seluk-beluknya. Burt yang tampang serius memerankan Wood Newton, memancing tawa lewat ucapan-ucapannya yang terkesan spontan dan lugu. Dialog anak-anaknya, Taylor dan Mooly, juga beprijak pada kehidupan sehari-hari.
Tentang Molly yang suka nguping pembicaraan orang di telepon, misalnya. Juga tentang Ava Newton, yang pengacara, yang di satu pihak mendidik anaknya untuk tidak nguping. Tapi secara tak sadar, malah bertanya pada Molly, apa saja yang dikatakan Taylor ketika merayu Michelle, gadis yang baru dikenalnya. Ketika Ava mengadu pada Wood, Taylor jatuh cinta pada gadis yang tidak mereka kenal.
Di saat Ava bingung, Freida yang mendadak muncul dan memberi keterangan tambahan yang justru lebih mencemaskan. Bahwa gadis itu sudah terlalu matang untuk Taylor. Wood yang pelatih sepakbola, mati kutu ketika sang gadis bilang, ia sudah berumur 18 dan mengajari Taylor macam-macam hal, termasuk soal seks. Michelle menenangkannya. Wood tak perlu cemas. Ia selalu pakai pil pencegah kehamilan.
PARA pemerannya sendiri boleh dikata juga pemain pilihan. Michael Jeter misalnya. Bekas pencandu narkotika yang di tahun pertama main di film seri ini, langsung dinominasikan untuk Emmy Award. Di Evening Shade, pria berusia (saat itu) 40 ini memerankan Herman Stiles, guru matematika, merangkap asisten Wood. Padahal, sekitar 10 tahun sebelumnya, narkotika dan alkohol hampir saja menamatkan riwayatnya. Jeter dibesarkan di Lawrenceburg, kota kecil dekat perbatasan Alabama.
Ia anak ke-2 dari 6 bersaudara, dari seorang dokter gigi. Ketika di perguruan tinggi, ia mulai kecanduan narkotika. Ia mengaku termasuk anak muda (era itu) yang berjiwa berani. Obat apa saja yang disodorkan akan ditelannya tanpa memikirkan akibat buruknya. Dalam satu hari ia menghabiskan 300 dolar untuk membeli obat terlarang itu. Dengan kesadaran sendiri, Jeter memasuki pusat rehabilitasi. Ia sembuh dan selama 3,5 tahun terbebas dari narkotika.
Tapi kemudian, ketika ia bekerja di sebuah kantor pengacara, penyakitnya kambuh. Jeter mencoba menyembuhkan diri dengan mencari pekerjaan yang menarik minatnya, dunia teater.
Ia berhasil dan berkata dengan ainul yakin, bahwa dirinya merupakan bukti nyata, alkohol dan ketergantungan obat bisa disembuhkan, kalau benar-benar punya kemauan. Lebih haqul yakin lagi karena Jeter ternyata berhasil menggaet Tony Award tahun 1990, untuk penampilannya dalam Grand Hotel, drama yang dipentaskan di panggung bergengsi Broadway.
Ditulis oleh: Irene Suliana
Dok. Citra – No. 114/III/3-9 Juni 1992, dengan sedikit perubahan
.jpg)


Komentar
Posting Komentar