ER: "CAROL DISANDERA PERAMPOK AMATIR" (INDOSIAR – SETIAP SENIN Pkl: 22.00 WIB)

 

JULIANA Marguilles mendapat piala Emmy untuk perannya sebagai kepala perawat Carol Hathaway dalam serial ER. Jadi, tak salah kalau episode kali ini benar-benar khusus untuk Juliana. Tokoh Carol yang diperankannya memang punya karakter yang dikembangkan penulis dengan menarik.

Di episode ini kita bisa melihat Carol yang seutuhnya: tegas, berani, dan kadang tanpa kompromi. Rasanya, tak aneh kalau episode ini (waktu itu) akan dinominasikan dalam perebutan piala Emmy. Siapa tahu bisa menandingi episode ER yang menang tempo hari, Love Labour’s Lost.

Pagi-pagi, Carol sudah pergi berbelanja ke toko P&D terdekat. Sejak diskors dari RS daerah, dia memang tak punya banyak pekerjaan. Tapi sungguh sial. Baru saja tiba, Carol sudah terjebak situasi menegangkan.

Dua pemuda tanggung yang masuk setelah Carol, rupanya perampok amatiran. Mereka menodongkan pistol pada Ny. Novotny, wanita tua pemilik toko. Mendengar teriakan istrinya, pak Novotny langsung mengacungkan senjatanya pada kedua perampok itu. Malang, ia ditembak lebih dulu.

Salah seorang perampok, James Roger, kena tembakan pak Novotny. Pak Novotny sendiri tergeletak berlumuran darah. Sebagai perawat, Carol tak bisa mendiamkan kondisi maca mini. Ia langsung menawarkan diri untuk menolong.

Tapi Duncan Stewart, perampok yang lain, melarangnya menolong pak Novotny sebelum Carol menolong James, sepupu Duncan. Luka James yang dalam mengeluarkan banyak darah. Carol membujuk Duncan untuk menyerah saja. Kalau tak segera ditolong, James bisa tewas kehabisan darah.

Duncan pusing. Apalagi pak Novotny ternyata tak bisa diselamatkan. Ia bertambah pusing mendnegar ocehan-ocehan James. Frustrasi dan panik membuat Duncan bertindak kasar pdaa Robert, bocah berusia 10 tahun tetangga Carol. Tapi Robert bisa melarikan diri melalui lubang di langit-langit toko. Duncan berusaha mengejar. Tapi langit-langit tak kuat menahan berat badannya. Jadilah ia terjatuh dan menderita luka di wajah. Kembali Carol membujuknya untuk menyerah.

Rupanya ide perampokan itu datang dari James. Duncan yang baru tiba dari Glasgow, tadinya mengusulkan untuk menunggu sampai toko sepi. Tapi James bersikeras. Sekarang dengan kondisi macam ini, Duncan dan James sibuk saling menyalahkan.

Duncan akhirnya menemukan pintu belakang toko. Sebelum melarikan diri, ia sempat menarik Carol sebagai sandera. Di ujung jalan, polisi sudah menanti. Carol berteriak mencegah ketika Duncan melarikan diri. Tak ayal ia langsung ditembak polisi.

Di RS daerah, Carol berusaha kera smenolong Duncan. Meski sebenarnya ia tak punya hak berada di situ, Carol amat “mendominasi” usaha penyelamatan nyawa Duncan. Sayang, Duncan tak tertolong. Dengan penuh simpati, Doug (George Clooney) menyapa Carol yagn tampak terpukul. “Kamu nggak paa-apa khan?, “tanya Doug. “Saya baik-baik saja,” ujar Carol masih dengan wajah muram.

“Saya lega kamu nggak apa-apa,” balas Doug. Di luar rumah sakit, Kerry (Laura Innes) menghampiri Carol. “Kami semua benar-benar kehilanganmu, Carol,” katanya. Carol menatap Kerry, “Say ajuga. ‘I love my jobi, Kerry’.” Ya, Carol. Kami semua tahu.

Dok. Bintang, Edisi 328/Th. VII/minggu keempat Juni 1997, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer