ELIN TAMAYA


BERTERUS terang, bahwa album perdnaanya berlabel Jagung Bakar yang dicekal TVRI Pusat Jakarta awal 1992, ada hikmahnya bagi Elin Tamaya. Ia bersyukur, sebab efek dari pencekalan tersebut membuat namanya dibicarakan banyak orang. Setidaknya sudah diperhitungkan dalam ‘show’ bisnis.

“Jadi, kendati saya belum sering masuk televisi, orang sudah banyak kenal saya. Seperti orang mengenal nama Cucu Cahyati (yang ngetop dengan lagu Mabuk dan Judi),” ujarnya. Dan berapa Anda dibayar untuk sekali manggung, samakah dengan honor Cucu Cahyati?

“Untuk Jawa, saya dibayar Rp 1,5 juta. Kalau saya mentas di luar Jawa, biasanya saya dibayar Rp 2 juta. Nilai rupiah tersebut, hampir sama dengan bayaran Cucu,” cerita pendangdut asal Tasikmalaya ini. Soal berapa jumlah kaset yang terjual (akibat cekal tersebut), ia tidak bisa komentar. “Yang tahu hanya produser,” celetuknya.

Ditulis oleh: M. Nizar

Dok. Citra – No. 120/III/15-21 Juli 1992, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer