EKKI SUKARNO
ADAT, RUWAT. Tradisi masa lalu bisa diangkat menjadi sebuah sinetron. Itulah yang dilakukan Ekki Sukarno, direktur Endrass Perdana Film, saat memproduksi sinetron Laras (SCTV), yang disutradarai Acok Rahman. Sinetron yang bernuansakan kebudayaan Jawa ini bercerita tentang ‘ruwatan’.
“Kebetulan saya orang Jawa dan saya mengalami ruwatan sewaktu mau disunat. Menurut adat Jawa, sebagai anak tunggal saya harus diruwat,” kata Ekki saat syukuran selesainya sinetron Laras beberapa waktu sebelumnya.
“Sebagai anak-anak, saya senang saja. Soalnya, dimanja, segala kemauan saya dituruti. Pokoknya, saya jadi raja dalam dua hari,” kenang suami Soraya Haque ini. Pestanya pun dirayakan dengan meriah, pakai pertunjukan wayang kulit semalam suntuk segala. Tapi ia membantah kalau sinetron ini mendorong masyarakat untuk mempercayai takhayul. “Saya hanya ingin menggali persepsi orang tentang kebudayaan Jawa!,” tegas ayah Valeri dan Nadia.
Tapi kenapa sutradara dan kru pendukungnya justru kebanyakan dari luar Jawa? “Justru kalau yang mengerjakan orang dari luar Jawa, keingintahuan mereka terhadap kebudayaan Jawa sangat tinggi. Karena mereka takut disalahkan kalau jadinya menyimpang,” jelas Ekki. “Tapi sebagian besar pemainnya berasal dari Jawa,” tambah Ekki sembari menyebutkan nama Novia Kolopaking, Donny Damara, Anastasia Astuti, Sutopo H.S., dan Renny Jayusman.
Ditulis oleh: Rommy Ramadhan
Dok. Bintang – No. 229/Th. V/minggu kedua Juli 1995, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar