DI PERTANDINGAN TERAKHIR, AC MILAN HARUS MEMBERI BUKTI SEBAGAI JUARA SEJATI (SIARAN LANGSUNG SEPAKBOLA LIGA ITALIA, RCTI/SCTV - MINGGU, 24 MEI 1992 Pk: 21.00 WIB)
MENARIK, SUNTUK. Roda kompetisi di Italia memang (waktu itu)
tidak menggigit lagi. Meskipun musim kompetisi 1991-1992 ini (waktu itu) belum
berakhir, tapi satu pertandingan sisa tidak lagi mempengaruhi susunan klasemen
sementara. Tapi bukan berarti pertandingan trakhir ini tidak menarik. Pasalnya,
walaupun tidak mempunyai peluang lagi duduk di peringkat pertama, tapi
pertandingan itu mempunyai arti lain.
Paling tidak, buat AC Milan sebagai juara tahun 1991/1992 ini, dan Juventus yang ingin mengukuhkan diri sebagai ‘runner up’. Sebab kalau AC Milan ditantang Foggia, Juventus berhadapan dengan Verona. Apa keistimewaan dua dari sembilan pertandingan yang digelar hari Minggu (24/5/92) nantinya? Posisi AC Milan memang (waktu itu) sudah tidak tergoyahkan lagi dalam klasemen sementara.
Fantastis memang dengan yang dicpaai Ruud Gullit dan kawan-kawan ini. Sebab, seluruh pertandingan, sejak roda kompetisi dimulai awal September tahun 1991 lalu, bleleum sekalipun (sampai Mei 1992-red) Milan menderita kalah.
Saat itu, Milan mengumpulkan angka 52 yang membuat Milan menjuarai kompetisi Liga Italia untuk ke-12 kalinya. Meskipun tuan rumah Napoli menahan 1-1, tetap laju Milan tidak terbendung lagi. Yang jadi pertanyaan apkaah AC Milan bisa membuktikan sebagai klub yang memang benar-benar tidak terkalahkan pada musim kompetisi tahun 1991/1992 ini?
Ketika menghadapi Napoli pekan ketiga Mei 1992 lalu itu, Milan memang hampir dibuat kedodoran tuan rumah. Setelah unggul 1-0 hasil tendangan pemain asal Belanda, Frank Riijkard dan tendangan penalti Marco van Basten yang gagal, pertahanan Milan terus diuji sampai pertandingan berakhir. Hasilnya, memang cuma lahir satu gol balasan. Kalau melawan klub besar Napoli sudah dilewati Milan, apakah pertandingan terakhir melawn Foggia kemenangan masih milik Milan?
Ini yang menarik pada pertandingan terakhir nantinya. Sebab, Foggia sendiri (waktu itu) sedang mendapat suntikan motivasi, lantaran pada saat yang bersamaan Foggia justru unggul 2-1 atas Lazio. Melawan Milan pada pertandingan terakhir nantinya, tentu kemenangan terakhir itu mempunyai nilai lain daripada 11 kemenangan yang pernah dipetik sebelumnya.
Dan bukan tidak mungkin hal itu (waktu itu) akan digapai Foggia, yang kemudian menjadikannya sebagai penakluk pertama Milan pada musim kompetisi tahun 1991/1992 ini. Pertandingan lain yang tidak kalah menarik adalah pertarungan Juventus melawan Verona. Ambisi menggeser Milan dari singgasananya memang (waktu itu) sudah tertutup.
Namun, seperti juga Milan yang mempertaruhkan gengsinya, Juventus pun harus membuktikan kebesarannya. Kalau kemenangan bisa dengan mudah dipetik Roberto Baggio dan kawan-kawan, barangkali karena lawan yang dihadapi nantinya adalah tim papan bawah ini (waktu itu) baru saja ditekuk 1-3 oleh Atalanta. Juventus sendiri cuma bermain imbang 0-0 melawan Parma. Di akhir kompetisi, tentu kebolehan Milan dan Juventus (wkatu itu) masih harus dibuktikan.
Kalaupun ada pertandingan lain yang leibh menarik barnagkali tidak salah kalau disebut Sampdoria yang ditantang Cremonese.
Sebab, kalau saja juara bertahan tahun 1991/1992 lalu ini unggul atas Barcelona Spanyol dalam final Piala Champions, tentu untuk seperti hadir tahun 1991/1992 lalu tidak harus bersusah-payah lagi untuk tampil di arena yang sama tahun 1992/1993, karena di dalam negeri sendiri tentu (waktu itu) akan diwakili Milan. Kalau sudah begitu, tentu kejayaan Italia sebagai negara yang memiliki roda kompetisi paling rapi di dunia masih tetap terjaga.
Apalagi setelah kegagalan Torino oleh Ajax dalam final Piala UEFA. Tentu kemenangan Sampdoria atas Barcelona sangat ditunggu pencinta sepakbola Italia. Dan di pertandingan terakhir melawan Cremonese itu, pencinta sepakbola bisa menyaksikan permainan cantik Vialli dan kawan-kawan. Yang pasti, kita (waktu itu) tunggu saja tayangan layar kaca RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia)/SCTV (Surya Citra Televisi Indonesia), Minggu malam (24/5/92) nantinya.
Ditulis oleh: Rohadi
Dok. Bintang – No. 65/Th. II/minggu keempat Mei 1992, dengan sedikit perubahan




Komentar
Posting Komentar