DEWI AMBA LAHIR KEMBALI SEBAGAI LAKI-LAKI, AGAR BISA MENGHADAPI BHEESMA (MAHABHARATA, TPI - SETIAP SABTU Pkl: 11.00 WIB)
DENDAM, DERITA. Tidak ada pendekar wanita dalam Mahabharata
dan Ramayana (kedua serial tersebut diputar di Indonesia melalui TPI-red) versi
serial teve India ini. Memang (sampai saat itu) belum ada dalam sejarah negeri
itu, seorang wanita jadi pahlawan perang. Berbeda dengan di nusantara.
Mungkin inilah yang menyebabkan nenek moyang kita dulu, mengubah tokoh Shikandi yang pria di cerita asli, menjadi Srikandi yang wanita dalam cerita wayang. Srikandi dalam wayang bahkan dikisahkan panjang lebar sebagai salah satu istri Arjuna, yang pandai memanah dan sakti. Tapi di versi India, Shikandi adalah pria. Roh Dewi Amba sengaja mohon pada Dewa, agar ia dilahirkan kembali sebagai lelaki, agar bisa membalas dendam pada Bheesma Devavrath.
Episode ini, merupakan pengantar dari bertandingnya Bheesma yang menjadi panglima perang Hastinapur, dengan seorang ksatria Shikandi ptura Raja Drupada. Duel itu sendiri baru muncul di TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) sekitar 5 episode lagi (dari saat bacaan ini dimuat Bintang-red), tapi minggu ketiga Mei 1993 ini ada kilas balik kisah Dewi Amba dan hubungannya dengan perang Khuruksetra.
Seperti diketahui Dewi Amba dan 2 adiknya, putri Raja Kasi,
disayembarakan. Ksatria yang menang berhak menjadi suami mereka. Bheesma waktu
itu datang langsung membawa ketiganya, untuk dihadiahkan pada Vicitravirya Raja
Hastinapur. Amba mengaku, sebenarnya ia sudah mengikat janji pada Raja Salva.
Maka Kunti dan Bheesma, menyerahkan Amba ke Salva.
Tapi Salva justru merasa terhina dan menolak Amba. Amba kemudian minta agar Bheesma yang “menculik”-nya harus bertanggung jawab dan mengawininya. Bheesma menolak, karena ia sudah terikat sumpah, tidak akan menikah.
Dewi Amba dendam pada Bheesma, dan mengadukan penderitaannya pada Parsuram guru Bheesma. Parsuram membela Amba, sampai duel dengan muridnya sendiri. Ketika Bheesma akan memanahkan senjata Ashwapatra, Dewa datang melarangnya. Tapi Parsuram mengaku kalah.
Maka Dewi Amba bertekad, pada masa hidupnya yang akan datang, ia akan membunuh Bheesma. Sayang kehidupan Amba sesudah reinkarnasi, tetap wanita, menjadi Putri Matsya. Maka arwah Amba memohon kembali, akhirnya lahir lagi sebagai Pangeran Shikandi.
Itulah sebabnya Shikandi sebagian jiwanya bersifat wanita. Semetnara itu, semua gelisah menghadapi perang esok hari. Bheesma merasa tidak bisa lagi mengadukan persoalannya pada ibunya, Dewi Gangga. Drona masih terbayang Arjuna kecil yang dia sayangi, dan ingat pada pesannya sendiri dahulu: “Oh nak, bila suatu hari kau harus berhadapan denganku dalam peperangan, jangan menyelamatkan aku karena aku gurumu…”
Dok. Bintang – No. 117/Th. III/minggu ketiga Mei 1993, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar