DENGAN KEBERANIANNYA, PESERTA DARI SURABAYA JADI JUARA (GITA REMAJA, TVRI PROGRAMA 1 - KAMIS, 20 MEI 1993 Pkl: 21.30 WIB)
RUJAK, REKAN. Sudah banyak memang remaja daerah (era itu)
yang datang sebagai peserta Gita Remaja (GR/TVRI). Kalau diperhatikan, tak
banyak dari mereka yang jadi juara. Tapi Fien yang dari Surabaya ini, bisa
mengalahkan Ita dan Dino, dan ini bisa dicatat sebagai suatu prestasi. Walau
kemenangan Fien sendiri, boleh dibilang benar-benar bermodal nekad saja.
Bayangkan, untuk bertarung dengan dua lawannya, Fien bahkan cuma mengandalkan kecpeatnanya memijit bel, tak peduli ia mampu menjawab judul lagunya atau tidak, yang penting pijit bel duluan. Yang penting lagi, dua rekannya tak punya kesempatan untuk menjawab soal itu. Tak urung, di beberapa soal babak pertama, Fein betul-betul kelihatan keteteran, lantaran tak menguasai banyak lagu.
Dari enam soal yang mestinya bisa dijawab, Fien hanya mampu menambah angka 15 dari nilai awalnya 10. Jadi nilai total yang didapat Fien di babak itu cuma 25. Padahal, kalau saja Fien bisa menjawab semuanya, nilainya melonjak jadi 70. Habis, walau tangkas memijit bel, Fien kerap keasyikan mendengarkan potongan lagu itu sampai bel berdering. Dan itu dilakukan tidak hanya sekali, tapi sampai tiga kali. Sebetulnya sayang, kesempatan bagus dibuang begitu saja.
Di babak kedua, kenekadan dan keberaniannya memijit bel masih saja dilakukan Fien. Untungnya, nilai Fien bisa bertambah lima. Kalau tidak, maka Ita-lah yang punya kans untuk melaju. Tapi nampaknya persaingan memang ketat. Mengakhiri babak kedua, rata-rata nilai tiga peserta masih berimbang. Yah, beda-beda dikitlah.
Nah, di babak ketiga atau penentuan siapa yang boleh melaju ke babak bonus inilah yang seru. Soalnya, di babak pengetahuan umum itu, empat pertanyaannya kerap menyulitkan peserta. Lagian, ini khan babak yang bisa memperlihtakan tingkat kepintaran peserta akan soal-soal pengetahuan umum. Tidak cuma ‘gape’ di soal musik saja.
Untungnya, baik Fien, Ita maupun Dino mampu menjawab soal-soal itu dengan benar. Tapi karena lagi-lagi Fien yang memijit belnya dua kali, dan kebetulan juga jaabannya benar, yah nilai Fien-lah yang paling tinggi. Dan Fien yang berhak maju di babak bonus itu, setelah sebelumnya mengantongi 700 ribu rupiah.
Sayangnya, di babak bonus yang bisa menambah rupiah yang harusnya bisa dibawa pulang Fien, tidak bisa dipergunakannya dengan baik. Dari tujuh soal, Fien hanya mampu menjawab tiga dengan betul, selebihnya Fien kelihatan tergagap-gagap, apalagi di soal pengetahuan umum. Tidak heran kalau banyak pendukung yang kecewa.
Bagaimanapun, Fien bisa menambah uang sakunya 150 ribu lagi. Total yang diterimanya 850 ribu rupiah, sangat lumayan untuk mentraktir teman makan rujak cingur. Paling tidak, Fien pun mestinya bangga bisa mengalahkan dua lawannya. Oh ya, di paket ini peserta dan penonton juga dihibur oleh bintang tamu yang sudah tak asing lagi. Seperti tiga peserta, bintang tamu ini pun (waktu itu) masih remaja juga, Nike Ardilla.
Ditulis oleh: Turlukitaningdyah
Dok. Bintang – No. 117/Th. III/minggu ketiga Mei 1993, dengan sedikit perubahan






























Komentar
Posting Komentar