DENDAM MEMBARA: "SOW CHEN DIJATUHI HUKUMAN GANTUNG" (SCTV - SETIAP MINGGU Pkl: 23.30 WIB)


SCTV (Surya Citra Televisi Indonesia) kembali mengubah jam tayang serial ini. Terhitung tanggal 23 Februari 1997, waktu siarnya dipindah ke malam hari. Cukup disayangkan, Padahal tinggal dua episode lagi, serial ini (waktu itu) akan berakhir. Apa boleh buat?

Han Sing mengalami perubahan besar sejak jalinan kasihnya dengan Siaw Ching kembali bersemi. Api dendam terhadap Tuan Chin yang pernah sangat membakar hatinya sudah tidak lagi berkobar. Kini hubungannya dengan Tuan Chin sangat baik. Hal ini tercermin dari satu kali dialog di antara mereka. Ketika itu, Tuan Chin mengucapkan terima kasih atas kesediaan Han Sing membantu di perusahaan hien Li sekaligus memintanya melupakan masa lalu.

Han Sing setuju. “Bagus sekali, soal bantuan itu janganlah kau sungkan. Andai pada orang yang tak kukenal pun, aku tak akan berpangku tangan,” katanya. Tuan Chin sangat puas mendengar perkataannya.

Suasana di Timur Laut semakin genting. An Chi dan Siaw Ching khawatir peperangan bakal meledak dalam waktu tidak lama lagi. Mereka menganjurkan Tuan Chin memindahkan hartanya dari Shanghai dan mengungsi ke Amerika. Namun, Tuan Chin menolak. Ia yakin kekhawatirna kedua putrinya itu tidaklah beralasan. “Banyak negara besar berinvestasi di sini! Takkan ada yang berani mengusik Shanghai! Shanghai tetap aman!,” tegasnya.

Sementara itu di penjara Sow Chen memaksa Ju Hwa minta bantuan pada ayahnya untuk membebaskannya. Katanya, ayahnya menjebloskannya ke penjara tidak lain gertakan sambil belaka. Ia yakin sekali ayahnya masih mencintainya. “Aku putra satu-satunya. Juga akar yang terakhir bagi keluarga Chin. Dia hanya menggertak dan menghukumku saja. Pergilah mencarinya, mohon padanya. Dia pasti datang, dia takkan tega membiarkan aku mati,” desaknya.

Ju Hwa jadi tidak tega. Diikutinya perintah So Chen. Tapi, Tuan Chin sudah berkeras hati. Ia menolak permohonan Ju Hwa. Sow Chen sangat tidak puas ketika Ju Hwa pulang melaporkan hal itu padanya. Dirinya tidak rela dihukum gantung. Melalui Ju Hwa ia mengirim surat pada ayahnya itu. Sow Chen berharap dapat bertemu ayahnya untuk yang terakhir kalinya.

Ditulis oleh: Funnywati Sucipto

Dok. Bintang – Edisi 310/Th. VI/minggu ketiga Februari 1997, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer