CITRAKREASI - DUNIA BUSANA: "BUSANA REMAJA HARUS BERANI" (TVRI PROGRAMA 2 - KAMIS, 23 JULI 1992 Pkl: 19.30 WIB)
DIPANDU Dewi Taradipa, Dunia Busana (TVRI Programa 2) menampilkan 4 perancang busana dari Bandung, lengkap dengan hasil rancangannya. Mereka adalah Linna Lea, Tutty Cholid, Harry Shapari, dan Eddy P. Chandra. Selain itu, hadir pula Betty Anciely, koordinator mode yang aktif memajukan dunia mode di Bandung.
Linna Lea yang (sampai saat itu) telah 10 tahun (1982 hingga 1992-red) terjun di dunia mode menampilkan busana remaja yang santai. Hasil-hasil rancangannya terlihat segar, dinamis, dan santai tapi tetap gaya sesuai jiwa remaja. Tutty Cholid, perancang yang pada tahun 1988 pernah meraih juara umum Lomba Perancang Mode, yang diadakan sebuah majalah di Jakarta, juga menampilkan rancangan busana santai yang siap pakai.
Berbeda dengan Linna yang menampilkan motif kotak-kotak, Tutty lebih bervariasi, mulai dari motif etnik sampai modern. Untuk pilihan warna Tutty mengikuti warna yang sedang trend saat itu. Hasilnya, dengan warna dasar yang kalem ditambah dengan warna pada motif yang cerah, gaun santai yang siap pakai terlihat lebih manis. Bahannya pun dipilih yang tidak kaku sehingga lebih nyaman dipakai. Untuk tata rias dan rambut hadir Franckie.
Menurutnya, penataan rambut untuk remaja, sebaiknya dipilih yang mudah ditata, sehingga tidak memerlukan banyak waktu. Sedangkan tata rias sebaiknya tidak terlalu tebal, untuk menimbulkan kesan alamiah. Tapi kalau malam hari dapat dipertebal sedikit. Sedangkan untuk tata rias pengantin, sebaiknya harus disesuaikan dengan usia, juga harus memperhatikan segi fotografinya.
Harry Shapari menampilkan busana untuk pesta. Busana yang terbuka pada bahu dan punggung, atau dengan belahan yang tinggi pada rok. Sebagai variasi ditampilkan pula gaun-gaun mini dengan warna gelap. Untuk memberikan kesan lebih meriah, ditambhakan payet-payet.
Menurut Harry, busana pesta harus terlihat lebih berani. Namun ada perbedaan antara remaja putri dan ibu-ibu. Untuk wanita karier dan ibu-ibu sebaiknya lebih sederhana, sedangkan remaja sebaiknya lebih berani karena berani tampil gaya. Terakhir, ditampilkan gaun pengantin rancangan Eddy P. Chandra. Menurut Eddy, dalam merancang gaun pengantin sebaiknya sederhana, anggun dan disesuaikan dengan karakter dari pengantin.
Ditulis oleh: Utami Sri Rahayu
Dok. Citra – No. 121/III/22-28 Juli 1992, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar