CITRAAKTUAL - NASIB CALON ALBUM PENINGGALAN ALMARHUM ANDY LIANI, KLIP BERISI KENDI YANG PECAH BERANTAKAN

 

MANUSIA boleh berencana, Tuhan jua yang menentukan. Belum tuntas album rekaman mutakhirnya (ketika itu), penyanyi Andy Liani sudah dipanggil menghadapNya. Lalu, bagaimana nasib album rekaman tersebut?

Menurut Rustam dari Gang Potlot, tempat Andy dulunya “mangkal”, teman-teman Andy berencana menyelesaikan album tersebut, dan hasilnya (waktu itu) akan diwariskan kepada keluarga almarhum Andy Liany. Sebuah niat yang terpuji, dan itu menuntut kerja yang tidak ringan. Sebabnya, papar Thomas, ‘arranger’ yang mendukung “calon” album Andy, “Album itu baru berisi 5 lagu (salah satunya bertutur tentang kematian-red).

Tapi, rupanya itu tak jadi mengapa. Buktinya, lagu Ingin Rasanya yang sudah sempat diisi vokal almarhum Andy Liani itu, (belakangan itu) sedang dibuatkan klip videonya. Itu berarti, album ini (waktu itu) tetap akan ditetaskan dan dipasarkan.\

Penggarap klip video Ingin Rasanya adalah Ken Project, milik penyanyi dan pencipta lagu Franky Sahilatua. Dan asal tahu, rumah produksi ini pula yang menggarap klip untuk dua lagu Andy semasa masih hidup, Sanggupkah dan Antara Kita.

Ada kenangan khusus tentang Andy yang dirasakan oleh Franky, yang dalam penggarapan klip Ingin Rasanya ini bertindak sebagai sutradara. “Sebagai artis musik yang jadi obyek klip,” papar Franky, “Andy disiplin. Biarpun begadang sampai jam 3 pagi, waktu dibangunkan jam 4 pagi untuk syuting, ya… dia tetap bangun dan syuting.”


                                            Andy Liani. “Calon” albumnya tetap dituntaskan


                        Franky saat menggarap klip video Ingin Rasanya, yang “diwariskan” Andy 


LALU bagaimana untuk klip kali ini yang jelas tak bisa melibatkan Andy yang telah berpulang? Kata Franky, “Klip Ingin Rasanya harus menjadi kenangan atas kepergian Andy, sekaligus melukiskan lirik lagunya yang bertutur tentang cinta 2 sejoli.”

Untuk mengenang Andy, “Kami memasukkan foto-foto Andy ketika sedang menjalani syuting klip Antara Kita di Pelabuhan Ratu. Juga cuplikan 2 klip Andy sebelum ini, dan cuplikan video yang disyut Erwin (produser Andy dari Win Record-red) waktu mengantar jenazah Andy dari rumah duka di Jakarta hingga ke pemakaman di Tanjungpinang,” papar Franky panjang lebar.

Masih untuk mengenang Andy, Franky memasukkan gambar kendi yang pecah berantakan. Syuting untuk pengambilan gambar kendi yang dipecahkan itu dilangsungkan Franky di halaman depan rumahnya di bilangan Bintaro, pinggiran Jakarta.

Pada hari yang sama, 3 Agustus 1995, di tempat yang sama, Franky melakukan syuting untuk gambar-gambar yang melukiskan lirik lagunya. Untuk itu, Franky memakai model, namanya Melanie. Ia adalah adik bungsu Franky, mahasiswi arsitektur di Delf, Belanda, yang (waktu itu) tengah berlibur di Jakarta.

Pada hari yang sama, 3 Agustus 1995, di tempat yang sama, Franky melakukan syuting untuk gambar-gambar yang melukiskan lirik lagunya. Untuk itu Franky memakai model, namanya Melanie. Ia adalah adik bungsu Franky, mahasiswi arsitektur di Delf, Belanda (watku itu), yang (saat itu) tengah berlibur di Jakarta.

Menanggapi karyanya ini, Franky bertutur, “Syutingnya sederhana saja, saya bertaruh di ‘editing’-nya (rencananya dikerjakan 5 Agustus 1995-red).” Senin, 7 Agustus 1995 ini, klip tersebut harus selesai supaya bisa masuk Video Musik Indonesia (TVRI Programa 1) edisi 14 Agustus 1995. “Erwin sudah minta ke pihak PT CUT (yang memproduksi VMI-red) untuk memasukkan klip ini,“ jelas Franky.

Namun, lanjut Franky, ia tak menargetkan karyanya ini menang di VMI. Soalnya, “Nggak ada adegan-adegan ‘lipsync’-nya (si penyanyi menyanyikan lagu yang diklipkan-red),” terang Franky. Tapi siapa tahu kalau “takdir” menentukan lain?

Ditulis oleh: Ati Kamil, Ahmad “Ical” Tarmizi

Dok. Citra – No. 280/VI/7-13 Agustus 1995, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer