CITRAAKTUAL - INDONESIA EMAS ALA MTV ASIA, JALAN-JALAN DI BANDUNG DAN JAKARTA
Setelah klip nyanyian Denada, Sambutlah, masuk nominasi
pemilihan klip favorit pemirsa MTV Asia tahun 1995 ini, MTV Asia memproduksi
dan menayangkan sejumlah program untuk turut merayakan Indonesia Emas. Dengan
itu, MTV Asia bermaksud membumi di Indonesia.
“Kaum muda di Indonesia secara cepat sudah jadi penggemar MTV lewat ANteve dan kami senang bisa turut merayakan peristiwa (50 tahun Indonesia Merdeka) ini,” tutur Vinnie Longobardo, ‘senior vice president director’ MTV Asia, seperti tertulis dalam faksimili yang dikirim MTV (‘Music Television’) Asia kepada ANteve (Andalas Televisi).
Denada diwawancarai Preeti “MTV News” Sethi di Pondok Indah
Mall
SETENGAH dari seluruh program itu merupakan program-program lepas khusus. Masing-masing adalah MTV’s Heboh!, Weekend, Bandung Blast, MTV’s Jakarta Jam, dan MTV RI 50 Special. Setengahnya lagi, yaitu Party Zone, Hangin’ With MTV, MTV News, dan MTV Most Wanted. Syuting program-program tadi berlangsung di Bandung dan Jakarta sekitar 3 minggu, sampai dengan 2 Agustus 1995 lalu. Untuk itu, MTV Asia menurunkan 6 orangnya.
Preeti Sethi, produser sekaligus pembaca MTV News, meliput untuk MTV News. Thomas, David Liem (produser), dan Tony Goh (koordinator produksi), serta Rahul Kharma dan Nadya Hutagalung selaku VJ (‘video-jockey’, istilah MTV untuk pemandu tayangan klip), menagnani program-program di luar MTV News. Nadya adalah model internasional, yang berdarah Tapanuli-Australia, berwarga negara Indonesia, dan hijrah ke Singapura dari Australia.
Untuk syuting tersebut, Preeti dibantu kru dan peralatan dari rumah produksi Iguana dari Jakarta, sementara Thomas cs dibantu kru dan peralatan dari rumah produksi Broadcast Design Indonesia dari Jakarta juga. “Kalau bawa kru dan peralatan dari Singapura (kantor pusat MTV Asia), biayanya kemahalan,” ungkap Thomas, yang (sampai saat itu) sudah bekerja 5 tahun bekerja di MTV Asia (1990 hingga 1995-red), sejak MTV Asia masih merupakan bagian dari STAR TV Hongkong.
Di Jakarta, di Pondok Indah Mall dan Fabrice’s World Music Bar, Preeti menjalani syuting wawancara dengan sejumlah artis musik kita. Juga di Jakarta, di Harley Davidson Café Pondok Indah Mall, serta Prambors Café dan pasar makanan Blok M Mall, Nadya menjalani syuting wawancara dengan sejumlah artis musik kita dan untuk memandu tayangan klip.
Di Bandung, Rahul dan Nadya tidak cuma menjalani sytuing di pasar jeans di Cihampelas untuk memandu tayangan klip, atau meliput radio Oz dan klub penggemar mobil VW. Mereka juga meliput pertunjukan yang digelar radio Oz di Fire Discotheque, yang menampilkan Nelson (kembar penyanyi dari AS) dan Real McCoy (vokalis Inggris) yang (saat itu) sedang mempromosikan album-album baru (era itu), serta Paquita yang artis musik kita.
Artis-artis musik kita yang “digarap” adalah, antara lain, Titi DJ, Iwa K, Rita Effendi, Paquita, Denada, Memes, Bucek, Adegan, Kahitna, Eq (dan Leo) Humania, Dewa, Nugie berikut band The Alf-nya, Binzar dan Yoyok Bayou, Java Jive, serta Pas Band. Mereka diwawancara soal asal-mausal berkarir di jalur musik dan proyek mutakhir mereka (era itu), baik yang berupa pertunjukan maupun yang berupa album.
Mereka diajak Nadya pula untuk memandu tayangan klip. Di samping itu, penampilan Paquita di panggung Fire Dischotheque diliput, dan Nugie bersama The Alf’-nya diminta untuk bikin aksi panggung ‘live’ di Harley Davidson Café untuk diliput.
Selain itu, untuk MTV RI 50 Special, hasil waawncara dengan artis-artis musik tadi masih ditambah lagi dengan sejumlah klip lagu Indonesia, serta hasil syuting wawancara dengan beberapa produser rekaman kita dan ucapan selamat merayakan 50 tahun Indonesia merdeka dari sejumlah artis musik dalam dan luar negeri, termasuk vokalis-vokalis Debbie Gibson dari AS dan Rick Price dari Australia.
PENAYANGAN program Indonesai Emas itu (waktu itu) bakal dilakuakn MTV Asia selama 25 jam dalam 3 minggu. Pembukanya adalah MTV’s Heboh! Weekend, yang ditayangkan lewat satelit Palapa pada Sabtu dan Minggu, 5-6/8/95 (14.30-16.30), serta lewat ANteve pada Sabtu, 12/8/95 (08.30-10.30), dan Minggu, 13/8/95 (13.00-15.00).
Program itu (waktu itu) akan diikuti oleh MTV News, Party Zone (Palapa: Sabtu, 5/8/95, 23.30-01.30; ANteve: Sabtu, 12/8/95, 01.00-03.00), MTV’s Bandung Blast (Palapa: Senin s/d Jumat, 7-11/8/95), 07.30-08.30; ANteve: Senin s/d Jumat, 09.30-10.30), Hangin’ With MTV (Palapa: Selasa, 8/8/95, 23.30-24.00, dan Kamis, 10/8/95, 11.30-12.30; ANteve: Rabu, 16/8/95, 01.00-01.30); MTV RI 50 Special (Palapa: Rabu, 9/8/95, 23.30-00.30; ANteve: Kamis, 17/8/95, 14.00-15.00), MTV’s Jakarta Jam (Palapa: Senin s/d Jumat, 14-18/8/95, 07.30-08.30, dan Senin s/d Jumat, 21-25/28/95, 07.30-08.30; ANteve: Senin s/d Jumat, 21-25/8/95, 09.30-10.30 dan Senin s/d Jumat, 28/8/95-1/9/95, 09.30-10.30), dan MTV Most Wanted (Palapa: Rabu dan Kamis, 9-10/8/95, 12.30-13.30; ANteve: Rabu dan Kamis, 16-17/8/95, 01.30-02.30).
Bagi artis-artis musik kita, penayangan program tersebut merupakan saluran promosi ke luar negeri. “Lumayan, kami bisa memperkenalkan diri dan album kami,” ujar Binzar mewakili Bayou, grup baru (kala itu) dengan album perdana Hanya Dirimu.
“Buat saya, masuk ke MTV Asia penting. Hitung-hitung, memperkenalkan diri saya ke luar negeri,” ucap Paquita, pemilik album pertama Yang Perdana, yang (waktu itu) berencana untuk segera memproduksi album keduanya dan merilisnya pertengahan tahun 1996.
Di lain pihak, kru MTV Asia mengaku puas bekerjasama dengan orang-orang kita. “Kru BDI mengerti maunya MTV, soal pengambilan gambar seperti apa yang kami mau, contohnya,” aku Thomas mewakili rekan-rekannya. Secara pribadi, Thomas pun mengaku kagum pada jiwa musikal orang-orang kita. “Di Prambors Café, waktu makan siang sehabis syuting, saya lihat beberapa siswi (SMA Tarakanita) main band. Kru BDI pun suka musik. Buakn main,” katanya. Percaya… percaya…
Ditulis oleh: Ati Kamil
Dok. Citra – No. 280/VI/7-13 Agustus 1995, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar