BONUSCITRA - TEKNOLOGI, TV STEREO "BENERAN"
TAK dapat dipungkiri, orang (waktu itu) mulai demam mendengarkan TV stereo. Di iklan (waktu itu) pernah diungkapkan, ada TV stereo saja, ada stereo “beneran”. Yang dimaksud adalah simulator stereo dan stereo Zweiton, teknologi dari Jerman. Memang pengertian stereo dalam teknologi TV stereo tidak sama dengan pengertian radio FM stereo. Pada radio, sistem stereonya Tunggal, yakni stereo Crosby. Suara stereo yang terdengar pada saluran kiri-kanan saling ambil.
Sedangkan stereo pada TV Zweiton menjadi dua bahasa. Misalkan ‘speaker’ kiri bahasa Indonesia dan ‘speaker’ kanan bahasa Inggris. Makanya, stereo ini disebut juga stereo ‘bilingual’ atau dwibahasa. Pada sistem stereo Crosby, indikator stereo dipancarkan pdaa nada pemandu 19 KHz. Jadi, kalau radio tidak stereo, lampu indikator LED tidak menyala. Pada sistem stereo zweiton juga ada nada pemandu pada 117 Hz dan 274 Hz, meskipun di TV tidak terdapat indikator lampu dan hanya bisa didengar saja.
Bedanya TV mono dan stereo pada rangkaian IF dan FM demodulatornya. Kalau TV mono memiliki IF (‘intermediate frequency’) mono dan satu rangkaian demodulator FM, sedangkan TV stereo memiliki IF stereo dan dua demuodlator FM, satu demodulator AM. Untuk mengubah suara mono menjadi stereo zweiton pasti sulit. Kalaupun berhasil, biayanya tidak murah. Mungkin lebih mudah membuat baru saja penerimanya dengan sistem stereo zweiton, jadi rangkaiannya terpisah dari TV yang ada.
SIMULATOR STEREO
1992, banyak dijual ‘kit’ yang menjadikan TV mono
mengeluarkan bunyi stereo. Memang, akhir-akhir itu bunyi pun bisa dibuat sistem
‘surround’. Walaupun sebenarnya hanya mengubah perbedaan fasa, sehingga bunyi
mesin jet bisa terdengar seperti aslinya.
Tentu, TV mono yang diubah jadi stereo tidak dapat ‘bilingual’ seperti yang diharapkan. Paling tidak, lebih ‘hi-fi’ dari biasanya. Membuat simulator stereo diperlukan rangkaian ‘delay’, pengubah fasa, serta rangkaian penguat untuk saluran kanan-kiri. Jika keluaran kanan-kiri pas, akan terdengar mirip stereo aslinya.
Keluaran dari TV mono (‘jack headphone/’ex speaker’) bisa dimasukkan pada rangkaian stereo. Melalui rangkaian ini fasa (waktu itu) akan dibalik 180 derajat, sehingga bunyi ‘speaker’ kanan-kiri akan terdengar beda fasa. Kleuaran rangkaian bisa langsung dihubungkan pada sistem ‘hi-fi’ atau amplifier yang ada. Bunyi musik, terutama instrumen, akan lebih mantap. Kalaupun dipakai untuk video ‘game’, bunyi video ‘game’ akan terdengar lebih enak.
Keluaran simulator ini juga dapat dihubungkan pada rangkaain ‘surround’, pada musik-musik instrumental akan terdnegar lebih hidup. Rangkaian simulator stereo juga dapat dihubungkan pada VTR (‘video tape recorder’). Bagaimanapun lebih baik teliti sebelum membeli TV yang katanya stereo. Boleh juga (waktu itu) tanya dulu apakah TV stereo zweiton atau hanya stereo simulasi saja. (Waktu itu) jangan segan-segan sedikit bawel dalam memilih.
Dok. Citra – No. 114/III/3-9 Juni 1992, dengan sedikit perubahan




Komentar
Posting Komentar