BONUSCITRA - KUIS TAK TIK BOOM (RCTI/SCTV) RAIB DARI UDARA
PEMIRSA boleh kecewa, lantaran Tak Tik Boom (TTB) raib dari
layar kaca RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia)/SCTV (Surya Citra Televisi
Indonesia) sejak Senin, 29 Juni 1992 lalu. Tiba-tiba menghilang begitu saja,
tanpa meninggalkan pesan apa-apa alias pemberitahuan. Bahkan menurut pemantauan
Citra, tak ada perubahan jadwal acara di RCTI/SCTV. Ini artinya, TTB mestinya
harus ‘on air’ sesuai jadwal, setiap Senin, 19.30 WIB.
Keraiban ini membuat RCTI/SCTV jumpalitan, hingga terpaksa menggantinya dengan Curse of Mr. Bean, film semi komedi. Soal hilangnya TTB, tak ada informasi yang jelas asbab-musababnya. Pihak Yasawirya Tama Cipta (YTC), ‘production house’ yang mengelola TTB tak mau memberikan keterangan yang pasti tentang absennya TTB ini.
Bahkan sekretaris YTC sempat melemparkan persoalan ini ke pihak ketiga, yang menurutnya bisa memberikan informasi lebih jelas. Namun, ketika sumber tadi dihubungi, malahan ia bilang, “Lho, saya ini tidak tahu apa-apa. Tanya sajalah sama pak Youk Tanzil,” lempar sumber itu menunjuk pemilik YTC.
Meski begitu, Ani Sumadi, penata acara kuis TTB, mengaku telah menyelesaikan 4 paket pada tanggal 28 Juni 1992. Semuanya telah diserahkan ke pihak YTC, walau masih dalam bentuk kasar (belum disunting, diedit). “Kalau toh ada keterlambatan, itu hanya karena faktor teknis saja.” Maksudnya bagaimana? Apa karena memang pihak YTC (sampai saat itu) belum selesai melakukan ‘editing’ atau bagaimana? “Pokoknya kesalahan teknis saja,” tangkis Ani sambil berjalan.
YANG jelas, YTC tidak bisa menepati ‘deadline’ RCTI. Sebagaimana biasanya, paket TTB harus sudah diterima RCTI minimal tiga hari sebelum ditayangkan. Sementara itu, “Smapai tanggal 3 Juni (1992-red), kami belum menerima paket TTB itu,” tutur Bobby Sael, staf humas RCTI.
Ketidakbisaan YTC menyerahkan paket TTB sesuai dengan ‘deadline’ punya dampak yang lumayan seriusnya. Misalnya, RCTI telah mengecewakan penggemar yang sudah terlanjur gandrung pada paket tersebut. Bahkan menurut sumber Citra di RCTI, gara-gara TTB tidak nongol, RCTI dapat ‘complaint’ dari pemasang iklan yang sudah terlanjur membeli paket ini.
“Ya, apa boleh buat. Kami harus mengalihkan iklan TTB di paket lain," tutur Bobby. Tak hanya itu saja. Konon RCTI rugi besar. Berapa? “Ah, tak usah disebut, ya,” tutur sumber yang enggan disebut namanya. Lalu, apakah paket TTB ini (waktu itu) akan muncul kembali? Jawabannya tergantung pada hasil pertmeuan pihak RCTI dengan YTC di minggu-minggu (belakangan itu) ini.
Ditulis oleh: Utami Sri Rahayu, Abdul Halim Hasan
Dok. Citra – No. 121/III/22-28 Juli 1992, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar