BONUS - RAMADHAN DI LAYAR KACA, MENAPAK MESJID BERSEJARAH, SAMPAI REBUTAN KYAI KONDANG
Tak terasa, Ramadhan, bulan suci bagi umat Islam, (waktu itu) telah datang. Mulai 12 Februari 1994, umat Islam di Indonesia sudah harus menjalankan kewajiban puasa di bulan Ramadhan, mulai terbit fajar hingga terbenam matahari.
Kewajiban puasa yang termasuk dalam rukun Islam keempat ini, tentu saja disambut dnegan penuh sukacita oleh umat Islam. Dan kegembiraan umat Islam dalam menyambut dan mengisi bulan suci ini, juga tak luput dari perhatian stasiun-stasiun televisi di Indonesia.
BILA tahun 1993 lalu umat Islam yang menjalankan ibadah puasa
hanya bisa menyaksikan TVRI, TPI (siaran sore/malamnya terbatas di Jakarta
waktu itu-red) dan RCTI (jika di Surabaya dan Bali – kala itu – masih direlay
SCTV-red), maka tahun 1994 ini, TPI, SCTV, dan ANteve (Andalas Televisi)
(walaupun daya jangkaunya – waktu itu – masih terbatas), turut menemani ibadah
puasanya umat Islam.
Stasiun-stasiun televisi, terutama yang swasta, sadar betul bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Karenanya tidaklah berlebihan jika kemudian mereka (baca: stasiun teve mempersiapkan paket khusus selama bulan Ramadhan 1994 ini.
RCTI misalnya, telah mengubah pola acara bulanannya selama bulan Ramadhan. Another World, opera sabun yang ditayangkan RCTI dari Senin hingga Jumat pukul 00.00, selama Ramadhan ditiadakan. RCTI juga memajukan jam siaran dari semula pukul 06.00 dengan Nuansa Pagi-nya, maka selama Ramadhan, siaran dimulai pukul 05.30 dengan menayangkan Hikmah Fajar.
Soal memajukan jam siaran, juga dilakukan SCTV yang semula dimulai pukul 06.00, sejak tanggal 1 Februari 1994 siaran diawali dengan Di Ambang Fajar pada jam 05.00 WIB. Apa yang dilakukan stasiun-stasiun televisi ini, tentu saja merupakan bukti kepedulian dan penghormatan mereka atas bulan suci Ramdahan.
Bagaimana dengan stasiun televisi lain? Meskipun tidak sampai menambah jam siaran, ketiga stasiun teve lainnya juga menyiapkan paket-paket khusus yang ditayangkan selama bulan Ramadhan. Khusus untuk tiga stasiun teve swasta: TPI, RCTI, dan SCTV, pemirsa (waktu itu) akan selalu disuguhi paket dialog yang bernafaskan hikmah puasa pada setiap pagi.
TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) dengan Kuliah Subuh, SCTV (Surya Citra Televisi Indonesia) dengan Di Ambang Fajar, dan RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) lewat Hikmah Fajar. Sementara paket dialog Ramadhan ANteve (Andalas Televisi) yang bertajuk Assalamualaikum Ya Ramadhan, ditayangkan tepat pukul 18.00 selama 30 menit.
Menariknya, terjadi perebutan kyai kondang antara TPI dan SCTV untuk dimunculkan dalam acara dialog itu. Nama-nama kyai kondang macam KH. Zainuddin MZ dan KH. Kosim Nurseha misalnya, telah terpasang untuk mengisi acara di TPI dan SCTV.
Sementara itu, RCTI lewat Hikmah Fajar-nya, menyuguhkan nama-nama Neno Warisman, Sartono Mukadis, Drs. Arif Rahman sebagai pembicara dalam diskusi, dengan bintang tamu antara lain Mien Uno. Dan ANteve memunculkan Tio Pakusadewo sebagai presenter dalam Assalamualaikum Ya Ramadhan.
RAMADHAN di layar kaca, tidak hanya diramaikan oleh paket-paket dialog, ceramah, dan diskusi, tapi juga dimunculkan paket-paket bernafaskan Islam dalam format yang lain. SCTV misalnya, membuat sinetron khusus bulan Ramadhan yang digelar setiap hari selama 30 menit, mulai 12 Februari 1994 pukul 17.30 WIB.
Sinetron garapan Esa Production yang diproduksi sebanyak 30 episode ini, sesungguhnyalah berintikan ajaran Islam macam pengertian bulan Ramadhan, malam Lailatul Qadar, kesejahteraan hidup, sampai persoalan zakat. Semua pengertian ajaran Islam ini dikemas dalam bentuk drama dengan pemain antara lain Mel Shandy, Titiek Sandhora, Ade Irawan.
Selain sinetron khusus ini, SCTV juga menayangkan sinetron lain berjudul Hikmah yang digelar mulai tanggal 3 Maret 1994 pukul 19.30 WIB. Sementara itu, kisah mesjid-mesjid bersejarah di seantero Indonesia, diangkat TVRI sebagai paket khusus Ramadhan. Lewat tayangan ini, pemirsa mendapat tambahan pengetahuan lebih, tidak hanya nilai sejarah dari sebuah mesjid, tapi juga arsitekturnya.
Bila RCTI tahun 1993 lalu (ketika masih direlay SCTV untuk daerah Surabaya dan Bali, sebelum berpisah acara untuk siaran nasional-red), menayangkan lagu-lagu bernafaskan Islam yang dibawakan anak-anak (era itu), dan paket-paket dari negeri Arab macam Hikayat Islam, Sanurihm Ayatuna, atau Muhammad Rasul Allah, maka tahun 1994 ini tak ada paket produksi lokal yang khusus dibuat RCTI.
Jadi, tayang ulang beberapa paket dari negeri Arab-lah yang ditayangkan. Dan yang mungkin agak lengkap tayangannya khusus di bulan Ramadhan ini adalah TPI. Pada acara musik, misalnya, mulai 14 Februari 1994, dimunculkan Rhoma Irama dalma Nada dan Dakwah. Setiap minggu pada pukul 11.30, wak haji yang “raja dangdut” ini muncul selama 30 menit untuk berdakwah sambil berdendang.
Rhoma Irama juga dimunculkan lewat film layar lebarnya yang dimulai tanggal 15 Februari 1994 pukul 10.00 dengan film Bunga Desa. Selanjutnya setiap minggu pada jam yang sama, ditayangkan Nada-Nada Rindu, Darah Muda, dan Penasaran.
Film lain yang tak kalah menariknya adalah Jamaluddin Al-Afghan yang diputar mulai 7 Februari 1994 pukul 17.30 setiap hari. Film yang bertutur tentan gperjuangan Jamaluddin dalam menegakkan persatuan umat Islam ini, konon diproduksi hingga 60 episode oleh Al Zahara for Arab Information.
Begitulah, Ramadhan tahun 1994 ini, agaknya (perkiraan waktu itu) tidaklah terlalu sepi, karena kemajuan pertelevisian telah ikut meramaikan dan (harapan saat itu – mudah-mudahan) mendorong umat untuk menambah amal ibadah. Kendati begitu, menonton televisi tidak lantas menjadi satu-satunya kegiatan untuk “membunuh” waktu sambil menunggu saat berbuka puasa. (Pihak Citra saat itu mengucapkan) marhaban ya Ramadhan…
Ditulis oleh: Tubagus Udhi Mashudi
Dok. Citra – No. 202/IV/7-13 Februari 1994, dengan sedikit perubahan


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)



Komentar
Posting Komentar