BONUS - KASET, PERGELARAN MUSIK, PAKET TEVE, DIBUAT UNTUK NIKE ARDILLA
Deddy Dores
DEDDY Dores, komposer yang menyumbang banyak lagu hits pada
Nike Ardilla semasa hidupnya, mengungkapkan rasa kehilangannya lewat sebuah
lagu yang diciptakan khusus untuk melepas kepergian mojang Ciamis (era itu)
itu. Lagu yang berjudul Sebuah Lagu Buat Nike itu, sebenarnya dipersiapkan
Deddy dan Dommy Allen memang untuk Nike. Namun, kenyataan menentukan lain.
Karenanya, Deddy merombak kembali lagu tersebut.
“Saya sama sekali tidak bermaksud mencari keuntungan dengan meninggalnya Nike. Buat saya Nike tak ubahnya adik sendiri. Lagipula ketika melayat ke Bandung, saya bilang pada mami (ibunya Nike, Nining Ningsihrat), tentang pembuatan lagu ini. Saya juga bilang pada beliau bahwa royalti penjualan kaset, akan kita teruskan ke yayasan yang didirikan Nike, lewat keluarganya,” ujar Deddy yang juga jadi produser album ini.
Handoko
Ditambahkan oleh Handoko dari Harpa Record, yang disebut-sebut sebagai pencetus ide, sistem yang dilakukan untuk penghasilan dari penjualan kaset ini adalah royalti. “Semau sudah dibicarakan dengan keluarga Nike,” kata Handoko.
Bagi Deddy yang membuat sesuatu untuk “adiknya”, Nike, menjadi penting sekali. Apalagi saat dia berkunjung ke rumah Nike, ibu Nike yang menurut Deddy lugu itu sempat berujar, “Setelah Nike tiada, Deddy nggak bakal ke sini lagi.” Maka itulah Deddy (saat itu) telah merencanakan, sebagai rasa kehilangan dan hormat pada almarhumah Nike, untuk membuat album dengan judul Nike I sampai IV, seperti yang ditulis Ebiet untuk Camelia.
Produksi kaset ini termasuk supercepat. Dalam waktu kurang dari seminggu, albumnya sudah siap edar. Video klipnya pun dibuat dalam waktu tak lebih dari satu hari. “Selama proses produksi, tak ada halangan apapun. Semuanya berjalan lancar. Semoga ini pertanda bahwa Nike menyetujui diluncurkannya album ini,” tutur Deddy lagi.
Menyinggung soal klip yang tidak terlalu banyak menggambarkan suasana kepedihan, seperti proses penguburan, Handoko yang kali ini bertindak sebagai penggagas mengatakan, “Selain kita tidak ingin terlalu vulgar menggambarkan kepedihan keluarga dan kerabat yang ditinggal, beberapa stasiun televisi juga melarang adanya gambar-gambar seperti keranda dan kuburan. Tertulis atau tidak, saya belum tahu pasti, yang jelas nggak boleh.”
Untuk alasan yang sama pula, nama Nike sama sekali tidak disebutkan dalam lagu. Begitu juga foto Nike tidak terpampang di sampul kaset. “Kalau foto Nike ada di sampul, kami tak ingin orang menyangka bahwa album ini albumnya Nike. Album ini adalah album persembahan Deddy Dores untuk Nike Ardilla,” terang Handoko lagi.
Apapun alasan pihak produser, album ini (perkiraan saat itu) sepertinya akan laku keras. Di samping suasana masih berkabung yang (sampai saat itu) tak kunjung menyusut, liriknya pun cukup bisa mewakili rasa kehilangan banyak orang. Apalagi penciptanya Deddy, orang yang paling berjasa dalam karir Nike di samping Denny Sabri dan A Hon, produser Nike.
Selain itu, terdapat dua lagu di mana Deddy menyanyikan lagu bersama dengan Nike. Dengan bantuan teknologi, tidaklah sulit untuk membuat lagu yang memberi kesan mereka berduet.
SELAIN dalam bentuk lagu yang dikasetkan, persembahan untuk
(mengenang) Nike yang (waktu itu) telah menghadap yang Maha Pengasih juga
dibuat dalam wujud lain. Didasari oleh imbauan Mensesneg Moerdiono agar
memikirkan kelanjutan sekolah luar biasa (SLB) untuk penderita bisu dan tuli
yang didirikan Nike, pada peringatan HUT ke-17 ASIRI, Selasa, 28/3/95 lalu,
para produser dan promotor musik berniat untuk berbuat sesuatu.
Yakni, dengan jalan menerbitkan buku memori dan membuat konser musik Selamat Jalan Nike yang royalti dan honornya (waktu itu) akan diberikan ke tempat itu (SLB Wawasan Nusantara) atas nama Nike. Konon pagelaran ini (waktu itu) sedang digalang oleh promotor Log Zhelebour dan (waktu itu) akan diadakan di Taman Impian Jaya Ancol.
Para wartawan peliput musik – atas nama pribadi – juga hendak mengikuti langkah itu. Selain (waktu itu) akan mengadakan konser mengenang Nike tepat pada peringatan 100 hari kepergian Nike, juga (kala itu) akan membuat 1 lagu yang dinyanyikan secara keroyokan oleh para penyanyi Bandung, dan kemudian dikasetkan. Hasilnya, sekali lagi, (waktu itu) akan diserhakan pada SLB Wawasan Nusantara.
Sejumlah stasiun TV (kala itu) juga sudah mempersiapkan sejumlah paket khusus untuk mengenang Nike, plus langkah senada seperti yang dilakukan para produser, promotor, dan wartawan peliput musik. Contoh konkret adalah upaya yang dilakukan SCTV (Surya Citra Televisi Indonesia).
Paket Dunia Bintang (DB) tayangan SCTV yang dipandu Inggrid Widjanarko (waktu itu) akan membuat “paket khusus” mengenang Nike. Paket 24 menit ini (waktu itu) akan berisi sejarah ringkas perjalanan hidup dan karier Nike Ardilla, wawancara dengan orang-orang yang ikut membesarkan Nike, serta rangkaian berita-berita media perihal kematian Nike yang tragis. Naskah DB mengenang Nike ini dibuat oleh wartawan Citra.
Dan sebelum itu, seperti sudah diberitakan Citra di nomor
261/V/27 Maret-2 April 1995 lalu, SCTV (waktu itu) akan menyisihkan sebagian
pendapatan dari iklan penayangan sinetron Trauma Marissa I dan Sekelam Dendam
Marissa yang salah satu bintangnya adalah Nike, untuk SLB yang dibangun Nike.
“Ketika Nike masih ada, dia telah memberi contoh pada kita, bagaimana seharusnya membagi kebahagiaan bagi sesama yang tidak mampu. Mungkin dengan cara menyisihkan pendapatan dari iklan, SCTV bisa sedikit membantu meneruskan perjuangan almarhumah (Nike Ardilla-red),” ujar Indriena Basarah, direktur operasional SCTV.
Ditulis oleh: Hans Miller Banureah, Ferry “Pey” Ferdinand, Maman Suherman
Dok. Citra – No. 262/V/3-9 April 1995, dengan sedikit perubahan


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)


Komentar
Posting Komentar