BONUS - DOUBLE O: "KUIS YANG BISA SAJA PINJAM ANAK TETANGGA" (INDOSIAR - SABTU, 12 AGUSTUS 1995 Pkl: 19.30 WIB)

OTOT, OTAK. Bagaimana kalau dua keluarga saling adu otak dan otot? Jawabnya, lihat saja Double O. Tayangan kuis keluarga yang dipandu Tantowi Yahya ini, pelan-pelan mulai dibenahi. Lihat saja gaya Tantowi yang di penampilan 5 Agustus 1995 agak kikuk, (belakangan itu) mulai luwes.

Permainan adu otot yang dalam lima paket sebelumnya cuma adu panco melulu. Agustus 1995, tapi dua paket mulai berganti-ganti. Soalnya, lalu bisa muncul berbagai permainan baru, yang kerap menimbulkan kelucuan. Sebelum sampai pada permainan adu otot, harus melalui dua babak adu otak dulu. Di sana muncul pertanyaan seputar pengetahuan umum. Tanpa pandang bulu, baik ayah, ibu, maupun anak, semuanya kena giliran untuk menjawab pertanyaan.

Pada babak pertama, anak dulu yang harus menjawab. Tapi di babak ini, ayah dan ibunya pun dapat membantu memberikan jawabannya. Namun tak sesederhana itu. Karena meski sudah mendapat bisikan jawaban dari orangtuanya, si anak harus adu cepat untuk mengambil jawaban yang berupa bendera. Keterampilan mencari jawaban, dan membawanya ke panggung, harus pula diikuti dengan adu cepat lari.


Di babak kedua, masih pengetahuan umum. Ini dijawab baik oelh ayah, ibu maupun anaknya. Di sini masing-masing peserta hanya diharuskan menebka angk ahaisl survey yang dilakukan penggarap kuis. Angka yang paling mendekati hasil survey itulah yang menang. Pertanyaannya lucu-lucu. Setelah itu, yang muncul sebagai pemenang, bisa masuk ke babak bonus.

Di sini, keluarga itu dihadapkan pada sembilan monitor yang berisi hadiah-hadiah mewah. Pemenang diharuskan menebak harga hadiah yang satu lebih rendah atau lebih tinggi dan hadiah yang sudah ditebaknya. Kalau ketebak semuanya, ya sembilan hadiah jadi miliknya. Tapi kalau ada satu yang meleset, hadiah yang sudah didapat hangus.

Di paket ini, muncul keluarga Frisnadi dan keluarga Yusron Sudibdja. Nama yang terakhir itu, juga pemandu kuis Gerak-Gerik di SCTV (Surya Citra Televisi Indonesia). Meski Yusron yang menang di dua babak pertama, kalah saat adu balap karung. Buat pemirsa yang ingin mendaftarkan diri, (waktu itu) bisa melamar dan menyertakan biodata keluarga.

Ditulis oleh: Turlukitaningdyah

Dok. Bintang – No. 233/Th. V/minggu kedua Agustus 1995, dengan sedikit perubahan


Komentar

Postingan Populer