BONUS - BIRUNYA CINTA, PUTIHNYA RAMBUT: "BILA JANDA DAN DUDA SALING JATUH CINTA" (LIKA-LIKU LAKI-LAKI, RCTI/SCTV - SETIAP MINGGU Pk: 19.30 WIB)

SALAH PAHAM. Derry dan Yongki salah paham atas kemarahan Susanti, istrinya Yongki. 


JANDA, DUDA. Ada pepatah mengatakan, bila orang jatuh cinta, orang itu jadi kanak-kanak kembali. Dan pepatah itu agaknya benar. Perlu bukti? Lihat saja episode ke-4 serial Lika-Liku Laki-Laki (RCTI/SCTV) yang mengambil tajuk Birunya Cinta, Putihnya Rambut. Judul yang sedikit puitis itu berkaitan erat dengan soal asmara yang melanda orangtua.

Alkisah, pak Kuncoro, ayahnya Gendhon (Ginanjar) datang. Agaknya, ayah Gendhon yang duda ini tak mau ketinggalan dengan ayah Dherry (Derry Sudarisman) yang dulu menyambangi anaknya. Nah, untuk memancing tawa, Gendhon yang diminta menjemput ayahnya, salah pengertian. Dia menjemput di stasiun, sementara ayahnya naik bus. Kedatangan pak Kuncoro mendapat sambutan yang kurang meriah, karena Dherry sedang meriang.

Meski sudah minum jamu racikan Juminten (Ria Irawan), penjual jamu yang mulai naik gengsi karena menjual jamu dengan sepeda federal, sakit Dherry tak kunjung sembuh. Dynna (Nia Zulkarnaen), cewek keren tetangga sebelah merasa kasihan. Karena itu, bersama ibunya yang dokter dia menengok sekaligus memeriksa penyakit yang diderita Dherry. Saat itulah, pak Kuncoro berkenalan dengan ibunya Dynna.

Dua insan berbeda jenis itu agaknya jatuh cinta pada pandangan pertama. Klopnya lagi, ibunya Dynna menyandang predikat janda. Siasat pun diatur. Dan berkat jasa Juminten, komunikasi dua orangtua yang sedang dimabuk cinta itu berjalan lancar. Malah, saat ibunya Dynna minta bantuan pak Kuncoro untuk menemaninya mencari pembantu, waktu digunakan untuk saling memadu kasih.

Layaknya pasangan remaja, pak Kuncoro dan ibunya Dynna saling memberi kenangan-kenangan. Pak Kuncoro membelikan sebuah baju biru, sedang ibunya Dynna membelikan jaket. Lucunya, meski kondisi panas, pak Kuncoro tidak pernah mau melepaskan jaket itu, sembari terus mendendangkan lagu Baju Biru. Hal itu dilakukan juga oleh ibunya Dynna. Setelah baju pemberian ak Kuncoro kotor, langsung dicuci dan segera dikenakan kembali.

Tiada hari tanpa baju biru. Itulah kebenaran pepatah, pak Kuncoro dan ibunya Dynna tingkahnya sudah persis kanak-kanak. Pakaian pemberian sang kekasih tidak boleh lepas dari tubuhnya. Di pihak lain, ayahnya Dynna yang selama ini rajin berkomunikasi dengan anaknya, punya hasrat untuk rujuk kembali. Nah, bagaimana kelanjutan kisah ini?

Dan jurus-jurus apa yang dikeluarkan 4 Sekawan, Ria Irawan, Nia Zulkarnaen, Ully Artha, maupun HIM Damsyik? Pembaca lebih bijak kalau (waktu itu) nonton sendiri. Bagiamanapun juga, pengamat yang terbaik adalah pemirsa televisi. Itu saja.

Ditulis oleh: Adi Pamungkas

Dok. Bintang – No. 127/Th. III/minggu keempat Juli 1993, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer