BONUS BINTANG - THE SWORD STAINED WITH ROYAL BLOOD (RCTI/SCTV): "DENDAM DAN CINTA YANG BERUJUNG KESIA-SIAAN"
SUKU, SILAT. Ini terhitung serial silat paling apik (sampai saat itu) yang pernah ditayangkan RCTI/SCTV. Walau (waktu itu) masih ada sederet judul lain yang lebih unggul, untuk sementara (ketika itu) ini RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia)/SCTV (Surya Citra Televisi Indonesia) boleh dibilang sudah mau memanjakan pemirsa. Setidaknya, untuk penggemar silat yang tidak sedikit.
The Sword Stained with Royal Blood atau Pi Shie Chien atau Kim Coa Kiam atau Pedang Ular Emas, memang cerita lama bikinan empu silat Cing Yung. Buku silatnya sudah beredar di sini sejak puluhan tahun sebelum bacaan ini dimuat Bintang. Kaset videonya yang berjilid sepuluh, sudah beredar lebih dari lima tahun sebelum bacaan ini dimuat Bintang (pertengahan 80an-red).
Di Hongkong sendiri, serial ini diputar oleh stasiun HK-TVB Jade Channel pada tahun 1985. Tepatnya, mulai dari 25 Maret 1985 sampai 19 April 1985. Setiap hari, kecuali hari Sabtu dan Minggu. Seperti juga karya Cing Yung lainnya, serial ini banyak bermain dengan sejarah Tiongkok kuno. Mengambil ‘setting’ pada dinasti Ming, sekitar tahun 1600-an. Konon, inilah dinasti suku Han terakhir yang berkuasa di daratan Cina.
Setelah dinasti Ming runtuh, dimulailah dinasti Cing yang tidak lain adalah bangas Manchuria. Dinasti Cing baru roboh di tahun 1912, ketika DR. Sun Yat Sen memproklamasikan negeri Cina sebagai sebuah republik. Kaisar Pu Yi dalam The Last Emperor, adalah kaisar terakhir dalam dinasti Cing yang kesohor itu. Soal ini begitu dulu. Kalau diteruskan, bisa jadi pelajaran sejarah.
Kita kembali pada serial The Sword ini. Kita mulai dari susunan bintangnya yang sudah punya nama untuk serial silat macam gini. Ada Miu Kiu Wai yang berperan sebagai Ha Sue Yi atau lebih beken dengan julukan Pendekar Ular Emas. Ada Felix Wong Yat Wah (sebagai Yuen Sin Chi).
Ada Patricia Chong Ching Yee (sebagai Wan Ching). Ada Lawrence Ng Kai Wah (sebagai Jenderal Chai Lee Kam). Ada Teresa Mo Shun Kwan (sebagai Princess Ah Kau). Ada Rebecca Shan Sau Chu (sebagai Ho Ta Sau). Ada pula aktor senior Cen Ciang sebagai Jenderal Yuen Sun Wun. Dari sederet bintang beken yang kita sebut ini, sudah merupakan satu jaminan kualitas akting yang mereka punya.
Berikutnya, silakan Anda menyimak karakteristik tokoh yang telah pihak Bintang gelar di halaman IV-V Bonus Bintang No. 65/Th. II/minggu keempat Mei 1992. Nomor 66 Bintang/Th. II/minggu pertama Juni 1992, pihak Bintang ulas alur ceritanya. Tentu dengan parade foto yang keren dan lengkap. Seperti ini. Terus terang, cuma pihak Bintang yang bisa menyajikan dengan begini komplit.
Ditulis oleh: Yoen K.
HA SUE YI, atau lebih dikenal dengan julukan Pedang Ular Emas. Sosok pendekar ideal. Ganteng, gagah, pintar bersilat, dan pintar berkelit dari banyak perempuan yang mengejarnya. Hidupnya berjalan dengan tersendat. Keluarganya dibantai habis oleh keluarga Wan.
Makanya, dendam yang disimpan tidak pernah kunjung padam. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Wan Yi, gadis dari keluarga Wan. Justru putri musuhnya ini yang berhasil menjebol hatinya. Putri musuhnya ini pula yang membawa ia ke lubang kubur. Malang melulu nasibnya. Tapi dialah yang menjadi pusat dari keseluruhan cerita ini.
WAN CHING, putri Pendekar Ular Emas yang tidak pernah saling
bertemu. Ketika Wan Ching masih di dalam perut ibunya, Pendekar Ular Emas sudah
mati dikurung keluarga Wan di dalam sebuah gua. Walau demikian, Wan Ching
mewarisi watak bapaknya yang sangat keras kepala.
Tapi tidak seperti bapaknya, Wan Ching begitu usil dan nakal. Gaya dna penampilannya yang tomboi, sering bikin orang kecele. Paling parah, ketika Wan Ching diajak kawin oleh pimpinan Perkumuplan racun Ho Ta Sau, yang berkelamin perempuan. Semu aini tidak bikin Wan Ching otbat. Seperti jgua dia tidak pernah mundur mencintai Yuen Sin Chi.
PRINCESS AH KAU, putri kesayangan Raja Sun Ching. Sejak kecil sering sakit. Oleh peramal, dusulkan supaya tinggal di luar istana. Bila sudah sembuh, baru kembal ilagi. Dalam pengembaraan inilah, Princess Ah Kau bertemu dengan Yuen Sin Chi. Pengarang Cing Yung menampilkan kisah cinta seperti yang sering digelar dalam karya lainnya. Pasangan Yuen dan Ah Kau yang telah saling mencintai tidak pernah dipertemukan. Di akhir cerita, Ah Kau akan menjadi seorang biksuni.
JENDERAL YUEN SUN WUN, sosok seorang jenderal yang begitu
setia, yang begitu baik hati, yagn begitu pintar, dan yang begitu apes. Kia
bilang begitu, karena leher kepaalnya kemudian dipancung di depan Raja Sun
Ching, yang begitu disayang dan dihormatinya. Semasa hidupnya, Jenderal Yuen
pernah bertemu dengan Pendekar Ular Emas.
Mereka sempat berteman dalam satu tujuan yang sama: mencari harta karun. Cuma, Jenderal Yuen mencari hara untuk negara, Pendekar Ular Emas untuk kekayaan pribadi. Cing Yung, sebagai pengarang, memang suka menggabungkan dua karakter dalam satu jalinan plot cerita. Kita bisa lihat pada tokoh lainnya.
YUEN SIN CHI, putra yang tertinggal dari keluarga Jenderal
Yuen. Dialah tokoh utama dalam cerita ini, walau baru ditampilkan pada episode
keempat. Yuen junior ini mewarisi watak bapaknya. Baik hati, welas asih dan
segala Kebajikan lainnya yang (pernah) ada di dunia ini.
Tapi biar begitu, bukan jaminan kalau hidup bakal mulus seterusnya. Yuen yang didera dendam kepada Raja Sun Ching yang memenggal kepala bapaknya, malah terpaut cinta dengan Princess Ah Kau, putri kesayangan Raja Sun Ching.
WAN YI, istri Pendekar Ular Emas. Dia dilahirkan di waktu
dan tempat yang salah. Pemuda yang dicintainya adalah musuh pertama
keluarganya. Wan Yi tidak pernah bisa melawan. Karena dia begitu lemah dan
takut dengan aturan keluarganya yang sangat keras. Ketka mengetahui bahwa
suaminya sudah meninggal, Wan Yi menyusul bunuh diri. Setelah sebelumnya
menitipkan putrinya Wan Ching kepada Yuen Sin Chi.
JENDERAL CHAI LEE KAM, tangan kanan Chong King, pimpinan
pemberontak. Tokoh ini sengaja ditampilkan untuk mengingatkan kita pada sosok
Jenderal Yuen Sun Wun. Pengabdiannya yang begitu besar kepada Chong King, akan
disia-siakan ketika Chong King sudah berhasil duduk di kursi kerajaan. Seperti
itu juga nasibnya dalam kisah percintaan. Cintanya yang begitu penuh
pengorbanan akan disia-siakan oleh Wan Ching.
MUK WAN CHING, ketua partai silat Hwa San yang kesohor itu.
Ketika masih cilik, Yeun Sin Chi diajar silat olehnya. Orangtua ini begitu
bijaksana, baik dalam berturu maupun dalam mengambil keputusan. Tak urung Yuen
selalu menghormatinya.
KWAI SAN SU, murid pertama Partai Hwa San. Atau kakak
seperguruan Yuen Sin Chi. Biar demikian, mereka rada tidak akur. Apalagi
terselip kesalahpahaman masa lalu istrinya. Kwai baru berubah sikap, ketika Yuen
membantu mengobati bayinya. Bayinya ini memang sakit-sakitan. Akibat pbawaan
ibunya, yang pernah keracunan Pendekar Ular Emas.
HO TA SAU, pimpinan Perkumpulan Racun. Cantik, tapi juga
beringas. Hanya kepada Wan Ching dia bisa bersikap lunak. Ho sengaja
didatangkan dari Mongol untuk membantu menangkap Yuen Sin Chi.
CHING LUNG, istri Kwai San Su. Masa lalunya rada pahit. Pernah terlibat benang asmara dengan Pendekar Ular Emas. Tapi seperti juga gadis lainnya, Ching Lung ditinggalkan begitu saja dalam kisah percintaan yang belum selesai. Makanya, Ching Lung benci sekali begitu tahu Wna Ching adalah putri Pendekar Ular Emas.
CHIU YUEN YI, putri Chiu Kung Lai, ketua Partai Naga Emas.
Yuen Sin Chi pernah datang menyelamatkan partai silat ini. Selanjutnya, mudah
ditebak. Chiu kesengsem pada Yuen Sin Chi. Tapi, Wan Ching yang pencemburu
berat itu selalu melabraknya dengan kasar.
HO HUNG YUK, bibi Ho Ta Sau. Sesungguhnya, berwajah cantik.
Tapi karen adihukum dengan gua beracun oleh perkumpulannya, Hung Yuk menjadi
buruk rupa. Semu aini dilakukan demi cintanya kepada Pendekar Ular Emas. Cing
Yung banyak menertawakan wanita-wanita yang cintanya dimainkan oleh Pendekar
Ular Emas.
Dok. Bintang – No. 65/Th. II/minggu keempat Mei 1992, dengan sedikit perubahan















Komentar
Posting Komentar