BONUS BINTANG - JANJI AKANG: "DESA TEMPAT DELIMA MENGAJAR TETAP SAJA LENGGANG" (DELIMA, TPI - SENIN, 25 MEI 1992 Pkl: 09.00 WIB)
SUKA, SULIT. Setelah Komariah ke Jakarta, banyak orang menuduh Delima (Monica Oemardi) sebagai penyebabnya. Kejadian ini mengundang pembicaraan antara kepdes, kepsek, dan Delima. Dengan keteguhan hatinya, Delima bilang, bahwa semua tuduhan itu tidak benar. Seandainya memang ia bersalah mengenai kasus Komariah ini, ia bersedia meninggalkan desa. Kepdes dan kepsek mencoba memahami kesulitan yang dihadapi Delima, meskipun sebenarnya bagi mereka sangat sulit.
Karena ketegaran Delima, akhirnya mereka mau mendinginkan persoalan ini. Arman yang diingatkan Delima akan janjinya kepada Komariah, baru menyadari kekelriuannya. Ia berusaha menyusul ke Jakarta, tapi tak ketemu. Ketika pulang ke desa, ia minta kepada ibu Komariah supaya memberitahu di mana anaknya tinggal. Orangtua itu malah menyuruh Arman melupakan saja hubungannya dengan Komariah. Tapi Arman bersikeras, ia mohon diberi kesempatan untuk memperbaiki dirinya.
Sementara itu, Usman sudah mulai menunjukkan muka manis kepada Delima. Apalagi setelah kejadian bolosnya murid-murid yang diajar Delima. Mereka dengan inisiatif sendiri, membantu Kosim dan ayahnya menyelesaikan empang Haji Leman. Secara demonstratif, mereka datang ke sekolah dengan pakaian penuh lumpur. Rapat mengenai bolosnya murid-murid Delima pun jadi terhenti. Para guru keluar menyaksikan anak-anak yang kotor dengan pacul di setiap tangan mereka.
Tanpa rasa takut, mereka mengakui kesalahannya dan bersedia dihukum. Tapi Delima dengan bijak mengatakan kepada mereka, bahwa tindakan menolong teman itu tidak perlu dihukum. Ia malah bersyukur bahwa murid-muridnya mempunyai kesetiakawanan yang tinggi. Untuk itu Delima menyuruh mereka pulang ganti baju, dan kembali ke sekolah untuk belajar. Mendengar pernaytaan Delima, para murid bersorak sambil meninggalkan halaman sekolah.
Pada saat istirahat, ayah Kosim datang ke sekolah untuk mengucapkan terima kasih pada Delima. Ayah Kosim sadar, selama ini ia tidak tahu tentang anaknya sendiri. Dengan kebanggaan seorang ayah, ia menghampiri Kosim dan tak akan mengganggu sekolah anaknya lagi. Sementara Komariah di Jakarta sudah mulai dekat dengan mandor Bahar yang menerimanya kerja di pabrik. Bahkan, mandor itu memberinya hadiah berupa pakaian.
Paman dan bibinya justru suka kalau Komariah dekat dengan Bahar. Sebab, pamannya tahu betul kebaikan hati sang mandor. Jadi, mereka setuju saja kalau Komariah berhubungan dengan mandor itu. Memasuki episode keempat kisah guru Delima ini, belum ada perubahan yang berarti.
Iramanya masih tetap santai. Konflik yang ada untuk membangun unsur dramatik tak begitu terasa karena masyarakat desa tidak dilibatkan secara utuh. Padahal, tuduhan terhadap Delima sebagai biang keladi kepergian Komariah, bisa menjadi tekanan yang luar biasa bagi batin Delima. Tapi sayang, desa tetap saja lenggang bagai tak berpenghuni.
Barangkali di sini letak kesulitan Monica memainkan tokoh Delima. Hingga dari awal tak ada perubahan sikap yang berarti. Akibatnya, permainan Monica dan cerita seri ini jadi monoton. Komariah (Gitty Srinita) justru jadi lebih menonjol.
Ditulis oleh: M. Yamin Azhari
Dok. Bintang – No. 65/Th. II/minggu keempat Mei 1992, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar