BLITZ: "LANGKAH AWAL PAKET HIBURAN BERITA" (TPI - SABTU, 12 FEBRUARI 1994 Pkl: 20.00 WIB)

 Asti Asmodiwati

TELEVISI Pendidikan Indonesia (TPI) mengudara sore dan malam hari, siapa pemirsanya? “Memang, belum menyeluruh, tapi cukup banyak. Tayangan sore-malam hari ini memang lebih banyak porsi hiburan, karena sasaran penontonnya jelas berbeda dengan tayangan pagi hari,” ungkap salah seorang dari bagian program TPI yang tak mau disebut namanya (waktu itu).

Ucapan itu tidaklah terlalu berlebihan. Paket TPI yang ditayangkan sore-malam hari, memang (waktu itu) cukup menarik untuk disimak. Sayangnya tak banyak pemirsa yang bisa menyaksikannya. Benyamin Show, misalnya, bisa dibilang jauh lebih menarik dibanding paket Rumah Kita-nya RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia).

Tetapi (waktu itu) tak semua penonton bisa menangkap siaran TPI malam, ya terpaksa paket menarik itu ditinggalkan. Atau Blitz, informasi dunia hiburan yang diproduksi 279 Communication, yang ditayangkan sejak 29 Januari 1994 lalu. Paket informasi yang gayanya mirip dengan majalah udara ini, merupakan hal baru (waktu itu) dalam belantara layar kaca.

Setiap minggu, selama 24 menit, pemirsa (waktu itu) akan disuguhi informasi menarik seputar dunia hiburan. Mungkin juga gosip selebritis. Dibagi dalam 5 segmen. Balik Layar, Ekspresi, Kasak Kusuk, Apa Siapa, dan Blitz Special, paket ini merupakan langkah awal dimulainya pembuatan informasi oleh rumah produksi.

Sebagai langkah awal, paket informasi ini memang tak seberat Seputar Indonesia (RCTI/SCTV) ataupun paket informasi yang dibuat oleh stasiun teve lainnya. Tapi bukan tak mungkin dalam perkembangan pertelevisian, rumah-rumah produksi lain mengembangkannya menjadi paket berita.

Episode III minggu kedua Februari 1994 ini, misalnya, Blitz yang disutradarai Jeffry Waworuntu, mengangkat persiapan pementasan Hamlet-nya Bengkel Teater Rendra. Selain itu, ada pemetnasan ‘Tribute To Nanny Lubis’, apa, siapa, dan bagaimana perancang busana, serta yang paling menarik adalah komentar pasangan artis (ketika itu).

Yang terakhir dimunculkan Bujana dan Mayangsari, Addie MS dan Memes, serta Indra Lesmana dan Sophia Latjuba. Mulai dari awal mereka saling taksir, hingga mengatasi cekcok, dan soal ‘Valentine’s Day’ diomongkan oleh pasangan artis (kala itu).

Paket ini sungguh menarik, walaupun ada sedikit hal yang cukup mengganggu. Vokal, tata rias, dan kostum Asti Asmodiwati – sebagai pembawa acara, misalnya. Dan yang paling ditayangkan, sebagai paket informasi, waktu tayang yang 24 menit ternyata terlalu pendek. Ini berpengaruh pada kurangnya penggalian informasi yang bisa disampaikan pada pemirsa.

“Kepinginnya sih lebih panjang. Khan sayang apa yang didapat kru kami di lapangan terpaksa harus dibuang, karena waktunya tak cukup. Tapi, TPI memberinya cuma 24 menit, ya mau bagaimana?,” ungkap Triawan KH, salah seorang produser pelaksana dari 279 Communications.

Ditulis oleh: Tubagus Udhi Mashudi  

Dok. Citra – No. 202/IV/7-13 Februari 1994, dengan sedikit perubahan


Komentar

Postingan Populer