BERPACU DALAM MELODI: "PESERTA TERSERANG DEMAM KAMERA" (TVRI PROGRAMA 1 - JUMAT, 5 JUNI 1992 Pkl: 22.30 WIB)

 Peserta tidak mampu melawan “penyakit” demam kamera

BERPACU (TVRI Programa 1) bulan Juni 1992 ini diramaikan oleh Subagyo Sumitro, manajer pemasaran luar negeri Pertamina, Edwin Alexander, wiraswastawan yang punya hobi menyanyi dan menembak; Kemala, ‘newscaster’ (pembaca berita) dalam English News Service (TVRI Programa 2 Jakarta) yang juga juru penerang kedutaan besar Selandia Baru, dan Linda Sugiharti, pramugari Garuda yang juga punya hobi menyanyi dan terkadang jadi ‘master of ceremony’ (MC).

Koes Hendratmo membuka acara ini dengan sebuah tembang, Roses Are Red. Permainan pun segera dimulai. “Senyum dong! Jangan tegang!,” teriak Lenny Kalanggi, asisten Ani Sumadi. Menurutnya, Kemala biasanya ceria, tidak kaku. Ia pun sudah terbiasa di depan kamera membawakan acara English News Service. “Saya agak grogi,” tuturnya di sela-sela syuting. Rupanya bukan sautu jaminan seorang yang sering berhadapan dengan gamera untuk tidak grogi.

Penyakit demam kamera ini ternyata juga menyerang peserta yang lainnya. Di antaranya adalah Subagyo yang dalam seleksi mengaku telah berhasil menebak 20 lagu.

Memasuki babak Bursa Nada, terlihat Koes sedikit berkenyit dahinya ketika membacakan teks pertanyaan. Rupanya, ada kesalahan soal, Maruli Simorangkir, juri sekaligus konsultan kuis, segera mengambil jalan pintas: mengganti soal. Hanya dalam waktu 2 menit, Maruli berhasil menyelesaikannya. “Untung saya ingat syairnya lagu Farid Hardja, Ini Rindu (karya Farid Hardja-red). Itu saja yang saya jadikan soal,” tuturnya di belakang studio.

 














Dalam acara ini (waktu itu) akan hadir pula Henny Purwonegoro di babak Kenangan Masa dan Ruth Sahanaya dengan tembang Unforgettable (waktu itu) akan tampil menjelang babak Bursa Nada.

Ditulis oleh: Utami Sri Rahayu

Dok. Citra – No. 114/III/3-9 Juni 1992, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer