BERPACU DALAM MELODI: "KEJUTAN PARA PERAIH CITRA" (TVRI PROGRAMA 1 - SABTU, 22 AGUSTUS 1992 Pkl: 20.00 WIB)
PAKET khusus untuk menyambut ulang tahun TVRI ke-30, diikuti oleh peserta yang lain dari biasanya. Wajah-wajah yang tidak asing lagi, karena sering tampil di layar kaca maupun layar lebar. Mereka adalah Rano Karno, Meriam Bellina, Ria Irawan, dan Deddy Mizwar.
Babak pertama dibuka dengan rangkaian nada yang pernah populer lewat Mick Jagger, ternyata langsung dapat ditebak dengan tepat oleh Rano Karno. Ria, yang penggemar berat kelompok musik Rolling Stones, kecewa berat karena kalah cepat menekan bel. “Nggak tahunya deg-degan juga, yah,” aku Ria lemas, karena ini memang pengalaman pertamanya jadi peserta kuis BDM.
Ria tidak mau membuang kesempatan. Begitu rangkaian nada kedua dimainkan, ia langsung menebak dan tepat. Padahal, lagu itu sebuah tembang lawas, Juwita Malam. Dan tanpa diduga, Deddy yang kalem sejak awal permainan, bersedia mendendangkan lagu ini. Di luar dugaan, suaranya pun enak didengar. “Siapa tahu dilirik produser. Yah, merendahkan diri meningkatkan mutulah,” celetuk Rano Karno mengomentari kepandaian terselubung temannya.
Babak kedua, Pelangi Antar Nusa, yang biasanya berisi
lagu-lagu daerah, diganti dengan Tema Acara, berupa penggalan rangkaian nada
dari acara-acara yang pernah ditayangkan TVRI. Hampir semua pertanyaan dapat
terjawab dengan tepat. Hanya satu yang terleawt, yakni rangkaian nada untuk
acara Irama Masa Kini.
Memasuki babak Kenangan Masa, tampil Ernie Johan membantu menyenandungkan beberapa lagu lama. Dan di babak ini pula Rano Karno lupa judul lagu yang pernah populer lewat suaranya, Bukalah Kacamatamu. Meriam Bellina berduet dengan Koes Hendratmo mendendangkan Tonight I Celebrate My Love disusul Ernie Johan yang membawakan The Power of Love. Kalau Anda cermat, Deddy terlihat unggul bila menebak lagu-lagu lama.
Pada babak terakhir, Sekilas Wajah, Deddy Mizwar yang berhasil menebak lagu Ayam Den Lapeh, berhak menebak wajah yang terpampang di monitor pertama. Berhasilkah Deddy menebak wajah “asing” itu? Selain banyak kejutan yang membuat suasana jdai lebih meraih, tampil pula Utha Likumahuwa, Lex’s Trio, serta Gatot Sunyoto yang mencampuradukkan bahasa Sunda, Jawa, Padang, dan Spanyol dalam lagunya.
Ditulis oleh: Utami Sri Rahayu
Dok. Citra – No. 125/III/19-25 Agustus 1992, dengan sedikit perubahan
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)


Komentar
Posting Komentar